Mantan Menhub Sebut Kecelakaan Pesawat JT 610 Belum Tentu Human Error

Kamis, 01 November 2018 - 11:34 WIB
Mantan Menhub Sebut...
Mantan Menhub Sebut Kecelakaan Pesawat JT 610 Belum Tentu Human Error
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Perhubungan, Budi Mulyawan Suyitno menilai kecelakaan pesawat Lion JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang Jawa Barat belum tentu disebabkan oleh kelalaian sumber daya manusia (SDM).

"Membangun kesimpulan kecelakaan itu harus fakta dikumpulkan dengan fakta, bukti dengan bukti. Nah bukti yang tersusun disandingkan dengan black box. Black box sekarang sudah cangih. gerakan pesawat dan komukasi akan terlihat. Kalau itu disandingkan kita akan tahu persis kejadiannya," kata Menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid ini kepada wartawan, Kamis (1/11/2018).

Pesawat yang diklaim canggih itu kata dia juga memerlukan adaptasi penanganan manusia. Meskipun termasuk pesawat canggih namun tetap memerlukan kehati-hatian yang ekstra.

Dia meyakini sebelum dioperasikan, pesawat sudah melewati standar operasional yang berlaku. Mulai dari uji coba dan sebagainya, namun ada saja hal yang kurang.

"Banyak yang mengatakan ini pesawatnya super canggih, justru kalau super canggih perlu adaptasi penanganan manusia," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan pantauan dari radar, biasanya pesawat tipe tersebut ketika bertolak dari Jakarta ke Pangkal Pinang gerakannya sudah jelas, yakni take off, belok ke kiri kemudian naik dalam waktu 10 menit sudah mencapai ketinggian 20 ribu meter.

"Ini 13 menit gerakannya enggak jelas, masih muter-muter dan masih di lima ribu meter, ini ada apa. Tentunya pilot merasakan itu karena dia pakai manual, makanya dia minta kembali ke pangkalan atau return to base. Tapi dia kurang yakin," tandasnya.

Dari komuniaksi yang terpantau kalau itu sangat berbahaya biasanya pilot menyampaikan SOS atau may day. Namun hal itu belum sempat dilakukan oleh pilot. "Ini mendakan begitu cepat peristiwanya," katanya.

Langkah yang harus dilakukan adalah diperlukan penanganan yang serius dari pemerintah dan instansi lainnya. Karena kecelakaan ini menjadi sorotan dunia. "Satu hal yang penting, dunia internasional sedang memantau apakah Indonesia sungguh-sungguh menangani semacam ini," katanya.

Budi mengatakan, persoalan seperti ini bukan hanya Indonesia saja, Jerman, Amerika, Jepang dan sebagainya pun pernah mengalami situasi yang semacam ini. "Mereka bisa keluar dengan elegan menunjukan kesungguhan komitmen dari semua pihak," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Keluarga Korban Tragedi...
Keluarga Korban Tragedi Lion Air Minta Boeing Didenda Rp406,8 Triliun
Hasil Penyelidikan Kecelakaan...
Hasil Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Jeju Air Diumumkan, Ini Penyebab Utamanya
Ini Penyebab Utama Kecelakaan...
Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India
Bermesin Rolls-Royce,...
Bermesin Rolls-Royce, Ini Spesifikasi Pesawar Air India yang Jatuh setelah Lepas Landas
Ini Enam Tragedi Pesawat...
Ini Enam Tragedi Pesawat Paling Mengerikan di Indonesia Selain Sriwijaya Air
Pernah Jadi Petaka,...
Pernah Jadi Petaka, Inilah Sensor Otomatis Boeing 737 Series
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
9 jam yang lalu
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
9 jam yang lalu
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
11 jam yang lalu
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
11 jam yang lalu
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
12 jam yang lalu
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved