Selasa Malam, 10 Kantong Jenazah Korban Lion Air Dibawa ke RS Polri
Selasa, 30 Oktober 2018 - 21:22 WIB
Selasa Malam, 10 Kantong Jenazah Korban Lion Air Dibawa ke RS Polri
A
A
A
JAKARTA - Tim SAR Nasional dan gabungan terus mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dari perairan Karawang, Jawa Barat. Pada Selasa (30/10/2018) malam ini, sebanyak 10 kantong jenazah kembali tiba di Posko JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Berdasarkan pantauan, 10 kantong jenazah itu diserahkan tim SAR Nasional ke Polisi. Selanjutnya, 10 kantong jenazah itu dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur menggunakan ambulans milik PMI dan TNI agar bisa dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polri. Adapun 10 kantong jenazah itu dibawa oleh kapal KN SAR Basudewa dari perairan Karawang ke JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Maka itu, di hari Selasa (30/10/2018) ini, ada 23 kantong jenazah yang dievakuasi, sedang pada Senin, 29 Oktober kemarin ada 24 kantong jenazah yang dievakuasi. Dengan begitu, secara keseluruhan, total jenazah yang dikirimkan ke RS Polri guna dilakukan identifikasi sebanyak 47 kantong jenazah.
Kepala Kantor SAR Nasional (Kasarnas) DKI Jakarta Hendra Sudirman mengatakan, kapal KN SAR Basudewa itu berlayar di tengah-tengah, yang mana menjadi titik berkumpulnya para kapal pencari. Kapal tersebut bisa disebut juga sebagai kapal taktis atau kapal tumpu karena keberadaannya berada di tengah para kapal yang terlibat operasi pencarian.
"Operasi hari ini, ada dua titik pencarian, yakni di permukaan air, yang mana menggunakan heli dan kapal laut. Dan di underwater (kedalaman laut), yang mana dilakukan tim penyelaman dan kapal bersonar," ujarnya di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018).
Kapal bersonar itu, lanjut dia, juga dipakai untuk pemetaan karena pemetaan penting dilakukan guna pencarian badan pesawat, juga korban. Sejauh ini, operasi pencarian tak ada kendala, hanya dibutuhkan waktu dan alat, yang mana alat tersebut dimiliki pihak terkait dan penggunaannya pun terus dikoordinasikan.
"Besok juga masih pemetaan disamping melakukan operasi pencarian, tak berbeda dengan hari ini, hanya untuk perluasan itu otomatis (dilakukan) yah mengingat pengaruh kecepatan angin, arus laut, dan semacamnya. Untuk kapal ini (KN SAR Basudewa), usai melakuan pengisian (air bersih dan bahan bakar) kembali lagi ke titiknya, malam ini juga," ucapnya.
Berdasarkan pantauan, 10 kantong jenazah itu diserahkan tim SAR Nasional ke Polisi. Selanjutnya, 10 kantong jenazah itu dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur menggunakan ambulans milik PMI dan TNI agar bisa dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polri. Adapun 10 kantong jenazah itu dibawa oleh kapal KN SAR Basudewa dari perairan Karawang ke JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Maka itu, di hari Selasa (30/10/2018) ini, ada 23 kantong jenazah yang dievakuasi, sedang pada Senin, 29 Oktober kemarin ada 24 kantong jenazah yang dievakuasi. Dengan begitu, secara keseluruhan, total jenazah yang dikirimkan ke RS Polri guna dilakukan identifikasi sebanyak 47 kantong jenazah.
Kepala Kantor SAR Nasional (Kasarnas) DKI Jakarta Hendra Sudirman mengatakan, kapal KN SAR Basudewa itu berlayar di tengah-tengah, yang mana menjadi titik berkumpulnya para kapal pencari. Kapal tersebut bisa disebut juga sebagai kapal taktis atau kapal tumpu karena keberadaannya berada di tengah para kapal yang terlibat operasi pencarian.
"Operasi hari ini, ada dua titik pencarian, yakni di permukaan air, yang mana menggunakan heli dan kapal laut. Dan di underwater (kedalaman laut), yang mana dilakukan tim penyelaman dan kapal bersonar," ujarnya di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018).
Kapal bersonar itu, lanjut dia, juga dipakai untuk pemetaan karena pemetaan penting dilakukan guna pencarian badan pesawat, juga korban. Sejauh ini, operasi pencarian tak ada kendala, hanya dibutuhkan waktu dan alat, yang mana alat tersebut dimiliki pihak terkait dan penggunaannya pun terus dikoordinasikan.
"Besok juga masih pemetaan disamping melakukan operasi pencarian, tak berbeda dengan hari ini, hanya untuk perluasan itu otomatis (dilakukan) yah mengingat pengaruh kecepatan angin, arus laut, dan semacamnya. Untuk kapal ini (KN SAR Basudewa), usai melakuan pengisian (air bersih dan bahan bakar) kembali lagi ke titiknya, malam ini juga," ucapnya.
(whb)