Ini Cara Pemprov DKI Antisipasi Genangan

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 05:01 WIB
Ini Cara Pemprov DKI...
Ini Cara Pemprov DKI Antisipasi Genangan
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kerahkan petugas pembersih saluran air guna menghadapi hujan lokal. Pembebasan lahan normalisasi kali terkendala administrasi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan mengatakan, penyebab terjadinya genangan ketika hujan lokal yaitu tersumbatnya tali air oleh sampah.

Untuk itu, 40 pasukan biru setiap harinya dikerahkan di masing-masing 44 kecamatan yang bertugas membersihkan saluran dan tali air.

"Sekarang tali air itu berfungsi karena kita membersihkan terutama yang menyangkut namanya sampah. sampah itu menghambat jalannya air di tali air juga menyebabkan kerusakan pompa dirumah pompa," kata Teguh Hendrawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Teguh menjelaskan, berdasarkan hujan di lima wilayah Jakarta beberapa hari lalu, sedikitnya terjadi 30 titik genangan dikawasan Jakarta Selatan. Menurutnya, itu merupakan genangan yang terulang. Dia menyatakan akan meningkatkan pasukan pembersih supaya tidak terjadi berulang.

Selain itu kata Teguh, pihaknya juga membersihkan sendimen-sendimen lumpur di dalam saluran secara rutin. Dia berharap pada musim hujan lokal nanti, genangan semakin berkurang.

"Pompa sangat berperan ketika terjadi genangan. Hanya 4 persen dari 453 pompa yang rusak karena sampah," ungkapnya.

Terkait pembebasan lahan normalisasi kali, Teguh menyebut tengah mengebut upaya pembebasan lahan lantaran normalisasi masuk dalam program strategis nasional. Menurutnya, dari anggaran R 1,3 Triliun, saat ini baru terserap Rp 300 Miliar untuk pembebasan lahan.

"Sebenarnya kalau kelengkapan datanya udah fix sih udh di validasi dengan BPN, kemudian sudah di musyawarahkan tinggal pelepasan Hak, jadi gak ada lagi. Terpenting berkas bener enggak lengkap," ujarnya.

Teguh menuturkan, kendala lambatnya pembebasan lahan kebanyakan faktor berkas yang tidak lengkap, contohnya surat giriknya, surat keterangan PM 1 lurah camatnya, kemudian validasi dari Badan Pertnahan Nasional (BPN), peta bidang, kemudian PBB yan harus dilengkapai.

"Banyak syaratnya. Belum lagi tiba-tiba ada klaim dari ahli waris, atau ada gugatan hukum dipengadilan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Antisipasi BPBD DKI...
Antisipasi BPBD DKI Hadapi Banjir Di Wilayah Jakarta
Pemprov DKI Nyatakan...
Pemprov DKI Nyatakan Jakarta Siaga Banjir
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Pemprov DKI Lakukan...
Pemprov DKI Lakukan Percepatan Pengerjaan Pengendalian Banjir
Sejumlah Hotel Disiapkan...
Sejumlah Hotel Disiapkan Untuk Tampung Warga Terdampak Banjir
Anies Bocorkan Jurus...
Anies Bocorkan Jurus Atasi Banjir di Kampung Cipinang
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
5 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
5 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
6 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
7 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
8 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
8 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved