alexametrics

Akhiri KSN, Ansor: Tak ada Bendera di Indonesia Selain Merah Putih

loading...
Akhiri KSN, Ansor: Tak ada Bendera di Indonesia Selain Merah Putih
Akhiri KSN, Ansor: Tak ada Bendera di Indonesia Selain Merah Putih
A+ A-
BANTUL - Gerakan Pemuda Ansor mengakhiri Kirab Satu Negeri (KSN) di Yogyakarta, Jumat (26/10/2018). Sebanyak 45 bendera Merah Putih dikibarkan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di halaman Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY.

Bendera yang sebelumnya diterima Bupati Sleman Sri Purnomo dikembalikan lagi kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qaumas. Dalam upacara tersebut, Gus Yaqut, sapaan akrabnya, mengaku bangga dengan para Banser di seluruh Indonesia. Dia mengajak seluruh anggota Banser untuk tunduk dan taat pada kiai dan ulama.

"Selama yang memerintahkan para kiai dan ulama kita tidak boleh surut selangkah pun," katanya.

Dijelaskan Gus Yaqut, Anshor dengan Bansernya harus tetap tegak berdiri, menjaga para kiai, menjaga negara, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Hari ini tunai sudah dalam membawa Merah Putih ke seluruh penjuru Nusantara, mulai dari Sabang sampai Merauke dari Pulau Miyangas ke Pulau Rote hingga Nunukan," katanya.

Selama 40 hari, kata Gus Yaqut, tidak mudah membawa panji-panji Merah Putih. Banyak tantangan, hambatan dan rintangan yang terjadi. "Dan akhirnya bertemu di pondok pesantren yang melahirkan orang-orang besar yang memiliki sejarah berdiri tegaknya negeri ini," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Yaqut juga menyatakan, Merah Putih merupakan satu-satunya bendera yang boleh berdiri tegak di negeri Indonesia. Merah Putih telah memberikan bukti bisa menaungi perbedaan dan keberagaman. "Karena perbedaan, keragaman dan kebhinekaaan adalah keniscayaan bagi Indonesia, tidak boleh ada bendera selain Merah Putih yang berdiri tegak di negeri ini," katanya.
(amm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak