PKS Masih Pegang Pernyataan Awal Prabowo Soal Cawagub DKI
Jum'at, 26 Oktober 2018 - 08:32 WIB
PKS Masih Pegang Pernyataan Awal Prabowo Soal Cawagub DKI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, pihaknya sampai hari ini masih memegang komitmen Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyerahkan kursi Cawagub DKI kepada PKS.
"Kalau di DPW kita masih pegang pada penjelasan awal. Penjelasan awal dari pimpinan kami itu bahwa cawagub DKI Jakarta itu miliknya PKS. Itu yang masih kita pegang," kata Suhaimi ketika dihubungi SINDOnews, Jumat (26/10/2018).
Dia menambahkan, keputusan PKS mengajukan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu merupakan keputusan final komunikasi politik antara Gerindra dan PKS.
"Dan kemudian kenapa PKS mencalonkan dua nama. Namanya siapa Agung Yulianto sebagai sekertaris DPW sama Syaikhu. Karena kita sudah beranggapan itu final komunikasi politik di pimpinan kami maka kemudian kita ajukan dua nama itu untuk di setujui oleh dua partai pengusung begitu," jelasnya.
Semakin ke sini, lanjutnya, Partai Gerindra terkesan seperti tidak ingin membagi jabatan orang nomor dua di DKI tersebut. (Baca juga: Gerindra Tunjuk Taufik Jadi Cawagub DKI, PKS: Kita Enggak Setuju )
"Tapi kemudian belakangan keliatannya gerindranya ribet gitu. (Ribetnya) ya begitu ya kalau pimpinan kita yang ngomong kan kita ga akan, gak mungkin kita gak percaya, gitu. Yang ngomong tuh pimpinan pusat bukan sekelas saya di DPW," tutupnya.
"Kalau di DPW kita masih pegang pada penjelasan awal. Penjelasan awal dari pimpinan kami itu bahwa cawagub DKI Jakarta itu miliknya PKS. Itu yang masih kita pegang," kata Suhaimi ketika dihubungi SINDOnews, Jumat (26/10/2018).
Dia menambahkan, keputusan PKS mengajukan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu merupakan keputusan final komunikasi politik antara Gerindra dan PKS.
"Dan kemudian kenapa PKS mencalonkan dua nama. Namanya siapa Agung Yulianto sebagai sekertaris DPW sama Syaikhu. Karena kita sudah beranggapan itu final komunikasi politik di pimpinan kami maka kemudian kita ajukan dua nama itu untuk di setujui oleh dua partai pengusung begitu," jelasnya.
Semakin ke sini, lanjutnya, Partai Gerindra terkesan seperti tidak ingin membagi jabatan orang nomor dua di DKI tersebut. (Baca juga: Gerindra Tunjuk Taufik Jadi Cawagub DKI, PKS: Kita Enggak Setuju )
"Tapi kemudian belakangan keliatannya gerindranya ribet gitu. (Ribetnya) ya begitu ya kalau pimpinan kita yang ngomong kan kita ga akan, gak mungkin kita gak percaya, gitu. Yang ngomong tuh pimpinan pusat bukan sekelas saya di DPW," tutupnya.
(mhd)