Anies Heran Masalah Sampah dengan Bekasi Selalu Muncul Bulan Oktober
Senin, 22 Oktober 2018 - 07:05 WIB
Anies Heran Masalah Sampah dengan Bekasi Selalu Muncul Bulan Oktober
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa heran dengan polemik sampah DKI di TPA Bantargebang, Kota Bekasi. Anies heran lantaran permasalahan itu selalu muncul di Bulan Oktober.
"Begini, ininya aja baru datang 18 oktober. Dan masalah ini dengan Bekasi itu selalu munculnya bulan Oktober. Kenapa ya? Coba aja anda cek kenapa. Berarti persoalannya bukan persoalan sampah, tapi persoalan anggaran. Kira-kira begitu bukan?" kata Anies keheranan.
Anies pun mengatakan kepada para awak media bahwa dana kemitraan yang bermasalah dengan Bekasi tidak terkait soal sampah.
"Bukan sampah. Coba aja nanti dicek, wong datanya juga baru masuk. Bayangkan, dari mulai bulan mei diminta perinciannya tak kunjung datang. Ketika datang sekarang, yang dimarahin yang diterima, begitu. Ini jangan sampai seperti motor sama mobil. Pokoknya yang salah ya mobil. Suka kan kita ngalamin begitu," jelasnya lagi.
Soal polemik sampah, lanjut Anies sudah dibahas dalam Perjanjian Kerja Sama dengan Pemkot Bekasi. Anies meminta Bekasi menaati perjanjian-perjanjian yang ada dan telah disepakati tersebut.
"Kan ada perjanjian kerja sama. Kerja sama itulah yang menjadi dasar. Jadi menurut saya kita hormati aja perjanjian kerja sama itu, kita jalankan. Kita sama-sama mengelola uang rakyat kok. Dan kami pun tidak ada masalah untuk memproses,” jelasnya. (Baca Juga: Bukan Masalah Sampah, Anies: Ini Soal APBD Bekasi yang Dilempar ke DKI )
Sebab, terang Anies, pada ujungnya ini harus disetujui oleh rakyat Jakarta. Lewat siapa? Lewat DPR. “Jadi ini harus melalui persetujuan rakyat Jakarta. Jadi bukan kemudian diskresi gubernur. Ini adalah lewat DPR. Coba anda tanyakan pada rakyat Jakarta di DPR, apakah pola seperti ini disetujui atau tidak. Sambil saya juga akan tanya," terangnya lagi.
"Begini, ininya aja baru datang 18 oktober. Dan masalah ini dengan Bekasi itu selalu munculnya bulan Oktober. Kenapa ya? Coba aja anda cek kenapa. Berarti persoalannya bukan persoalan sampah, tapi persoalan anggaran. Kira-kira begitu bukan?" kata Anies keheranan.
Anies pun mengatakan kepada para awak media bahwa dana kemitraan yang bermasalah dengan Bekasi tidak terkait soal sampah.
"Bukan sampah. Coba aja nanti dicek, wong datanya juga baru masuk. Bayangkan, dari mulai bulan mei diminta perinciannya tak kunjung datang. Ketika datang sekarang, yang dimarahin yang diterima, begitu. Ini jangan sampai seperti motor sama mobil. Pokoknya yang salah ya mobil. Suka kan kita ngalamin begitu," jelasnya lagi.
Soal polemik sampah, lanjut Anies sudah dibahas dalam Perjanjian Kerja Sama dengan Pemkot Bekasi. Anies meminta Bekasi menaati perjanjian-perjanjian yang ada dan telah disepakati tersebut.
"Kan ada perjanjian kerja sama. Kerja sama itulah yang menjadi dasar. Jadi menurut saya kita hormati aja perjanjian kerja sama itu, kita jalankan. Kita sama-sama mengelola uang rakyat kok. Dan kami pun tidak ada masalah untuk memproses,” jelasnya. (Baca Juga: Bukan Masalah Sampah, Anies: Ini Soal APBD Bekasi yang Dilempar ke DKI )
Sebab, terang Anies, pada ujungnya ini harus disetujui oleh rakyat Jakarta. Lewat siapa? Lewat DPR. “Jadi ini harus melalui persetujuan rakyat Jakarta. Jadi bukan kemudian diskresi gubernur. Ini adalah lewat DPR. Coba anda tanyakan pada rakyat Jakarta di DPR, apakah pola seperti ini disetujui atau tidak. Sambil saya juga akan tanya," terangnya lagi.
(rhs)