Mengenal Seni Kaligrafi Alquran dari Arena MTQ Nasional di Medan

Selasa, 09 Oktober 2018 - 18:00 WIB
Mengenal Seni Kaligrafi...
Mengenal Seni Kaligrafi Alquran dari Arena MTQ Nasional di Medan
A A A
MEDAN - Kaligrafi menjadi salah satu cabang lomba yang digelar dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII di Kota Medan, Sumatera Utara. Lomba ini meliputi empat golongan yakni penulisan naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kaligrafi kontemporer.

Lomba Kaligrafi yang dimulai sejak Minggu (7/10/2018) hingga hari ini telah menyelesaikan babak penyisihan. Para peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti babak final pada Kamis (11/10/2018). "Para finalis akan diumumkan usai acara Dialog Kaligrafi pada Rabu (10/10/2108) besok," kata Ketua Dewan Hakim Lomba Kaligrafi MTQ Nasional di Sumut, KHD Sirajuddin AR, Selasa (9/10/2018).

Sirajuddin menjelaskan, lomba golongan naskah adalah penulisan naskah Alquran biasa menggunakan tinta. Tulisan naskah tidak mengandung hiasan karena hiasannya berasal dari huruf itu sendiri. Sedangkan untuk lomba golongan hiasan mushaf adalah karya yang mencerminkan halaman awal Alquran, seperti yang banyak terlihat di surat Alfatikhah dan Albaqarah. Sementara lomba kaligrafi golongan dekorasi merupakan karya menghias interior dan eksterior untuk masjid maupun gedung-gedung yang bersifat islami.

"Untuk kaligrafi kontemporer, ini adalah karya baru dalam dunia kaligrafi. Di sini para pelukis dan khattat (kaligrafer) bisa mencurahkan perasaan dan ide-idenya lebih bebas. Beda dengan karya-karya tradisional, di mana huruf-huruf itu sangat mengikat," kata Pimpinan Pesantren Kaligrafi Alquran LEMKA ini.

Meski lebih bebas, tapi kaligrafi kontemporer tetap memiliki batasan yang tidak boleh dilanggar. Pertama harus memenuhi unsur kaligrafi yang berarti karya itu harus bisa dibaca dan kedua kesahihan khat. "Khat kontemporer itu kan ada lima, meliputi kontemporer pigura, kontemporer simbolik, kontemporer ekspresionis, dan kontemporer abstrak," kata Sirajuddin.

Kehadiran kaligrafi kontemporer diakui menarik banyak peminat di kalangan generasi muda. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya karya kaligrafi kontemporer yang muncul di publik. "Mungkin sekarang ini zamannya kebebasan, jadi para pelukis ingin ikut-ikutan bebas," ujarnya.
(amm)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
36 menit yang lalu
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
1 jam yang lalu
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
1 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
2 jam yang lalu
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
3 jam yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
12 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved