Gilanglipuro, Singgasana Danang Sutawijaya yang Banyak Dikunjungi Pejabat

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 05:00 WIB
Gilanglipuro, Singgasana...
Gilanglipuro, Singgasana Danang Sutawijaya yang Banyak Dikunjungi Pejabat
A A A
Yogyakarta terkenal memiliki banyak situs sejarah. Salah satunya adalah situs Gilanglipuro. Situs ini terletak di Dusun Kauman, Gilangharjo, Pandak, Bantul.

Sejarah situs ini erat kaitannya dengan situs Watu Gilang yag berada di Kota Gede, Yogyakarta. Batu yang ada di situs Gilanglipuro ini adalah bagian dari batu yang dijadikan dhampar atau singgasana Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya yang berada di Situs Watu Gilang Kotagede.

Juru Kunci Situs Gilangharjo, Bayudi atau Mas Jajar Surakso Wiryosenjoyo menyebut situs sering dikunjungi oleh keluarga Keraton. Baik dari Keraton Yogyakarta mau pun Keraton Surakarta. Kerabat Keraton Surakarta bahkan kalau datang membawa rombongan banyak.

Belum lama ini kerabat Keraton Yogyakarta dari trah HB VII juga datang ke situs ini. Mereka datang untuk melihat sejarah yang terkait dengan leluhur Keraton Yogya. Sejumlah pejabat dan mantan TNI/Polri juga pernah datang ke situs ini.

Sekitar dua bulan lalu, purnawirawan jenderal bintang dua datang secara khusus untuk melihat situs ini. Konon mantan Kapolda tersebut memang hobi dengan sejarah.

Tak hanya keluarga keraton, sejumlah pejabat dan calon pejabat sipil juga datang secara ke situs ini. Menurut Bayudi, Bupati Bantul Suharsono sebelum pemilihan sempat mendatangi situs ini. Kedatanganya untuk melihat-lihat kondisi situs bersejarah ini. "Sempat berdoa juga beliau. Akhirnya doanya terkabul jadi bupati," ujar Bayudi.

Bayudi menjelaskan, sejarah situs Gilangpuro bermula saat tahun 1491 ketika Kerajaan Pajang dipimpin Sultan Hadi Wijaya, terdapat pemberontakan dari Adipati Harya Penangsang. Pemberontakan tersebut bisa dikalahkan oleh Raden Mas Danang Sutawijaya.

Atas jasanya, Danang Sutawijaya dihadiahi tanah dengan area di sebelah selatan Gunung Merapi, sebelah utara Pantai Selatan dan sebelah barat Gunungkidul." Kurang lebih wilayah ini sekarang merupakan wilayah DIY," terangnya.

Kala itu, Danang Sutawijaya mengembara, sampailah dia di hutan Wanalipura. Di hutan Wanalipura itu terdapat sebuah danau kecil. Di tengah danau itu terdapat sebuah batu 'gilang' berwarna hitam. Di tempat inilah Danang Sutawijaya bermunajat kepada Yang Maha Kuasa.

Setelah bermunajat, Danang Sutawijaya yang kemudian bergelar Panembahan Senopati ini memiliki keinginan untuk membangun istana di Wanalipura.

Panembahan Senopati bahkan sudah membuka lahan untuk perkampungan dan sudah diberi nama sesuai peruntukan wilayah tersebut di antaranya Kauman, Gandekan, Ketandan, Jetis, dan lain sebagainya. Namun rencana ini diurungkan dan pembangunan istana dipindah ke Kotagede.

Pada 1746, danau tempat Panembahan Senopati berdoa dan bermunajat kepada Yang Maha Kuasa tadi oleh Raja Keraton Surakarta Pakubuwono II ditimbun menjadi daratan dan didirikanlah bangunan untuk melestarikan Gilanglipuro.

Dalam sebuah kisah, sebagian batu gilang ini juga dibawa ke Kotagede untuk dijadikan dhampar atau singasana Panembahan Senopati. Dhampar ini saat ini masih ada dan dikenal dengan situs Watu Gilang.

Lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter arah selatan Pasar Kotagede. Konon siapa yang akan menjadi raja di Mataram wajib duduk di singasana ini. Maka beberapa waktu lalu, masyarakat Yogya sempat dihebohkan dengan kabar GKR Mangkubumi, putri tertua Raja Yogya telah duduk di dhampar ini. Konon hal ini sebagai pertanda bahwa penerus Raja Yogya adalah GKR Magkubumi.
(nag)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
55 menit yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
1 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
2 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
3 jam yang lalu
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved