Pojok Baca Jadi Spirit Literasi di Perdesaan

loading...
Pojok Baca Jadi Spirit Literasi di Perdesaan
Pojok Baca Jadi Spirit Literasi di Perdesaan
PURWAKARTA - Masyarakat yang cerdas dan berwawasan luas tidaklah terwujud dengan serta merta, melainkan lahir melalui proses pembangunan yang seimbang antara sik dan nonsik.

Bagi Kabupaten Purwakarta, keseimbangan pembangunan itu menjadi fokus utama dalam mewujudkan masyarakat Purwakarta berkarakter.Untuk pembangunan sik, dalam hal ini infra struktur, selama sepuluh tahun terakhir Kabupaten Purwakarta mengalami lompatan luar biasa.

Sehingga lima tahun ke depan, Pemkab Purwakarta berkomitmen untuk melanjutkan Purwakarta Istimewa. Sementara guna menggenjot pembangunan nonsik, orientasinya adalah meningkatkan spirit literasi hingga ke pelosok perdesaan.

Artinya minat baca masyarakat terus digenjot sehingga menambah wawasan dan pengetahuan dalam berbagai hal. Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengungkapkan, berbagai alasan yang mendorongnya untuk meningkatkan minat baca masyarkat.

Salah satunya, masayarakat perdesaan yang biasanya terdiri dari kelas menengah dan bawah sangat rentan terhadap isu-isu yang tidak bertanggung jawab (hoax). Seiring dengan luasnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat, maka menjadi daya tangkal terhadap hoax.

“Konten sosial media sudah menjadi konsumsi semua kalangan tanpa kecuali. Mereka yang memiliki bekal literasi yang cukup tidak akan terpengaruh isu-isu seperti itu. Tetapi, kalangan menengah ke bawah ini masih rentan. Menciptakan pojok baca hingga ke pelosok perdesaan menjadi salah satu upaya dalam spirit lterasi itu ,” ungkap Anne.

Menurut Anne, pojok baca merupakan hasil pemikirannya atas pengalaman selama 10 tahun mengikuti kegiatan gempungan yang biasa dilakukan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Saat itu, Anne menginisiasi perpustakaan keliling.

Animo warga baik para pelajar maupun masyarakat umum ternyata besar. Sementara infrastruktur untuk merealisasikan itu dirasa belum memadai. Karena, hanya mengandalkan satu perpustakaan keliling yang mobile Rabu. “Konsepnya kita ubah, bukan lagi perpustakaan keliling.

Tetapi, kita bangun perpustakaannya di setiap desa. Ruang terbuka hijau di sekitar perpustakaan desa itu kita namakan pojok baca. Literasi konvensional bisa melalui buku, literasi digital melalui akses internet gratis yang kita berikan,” paparnya.

Mantan Mojang Purwakarta 1999 tersebut berencana memperkaya klasifikasi buku dalam perpustakaan desa. Buku bacaan untuk anak dipastikan akan tersedia. Genrenya pun beraneka ragam mulai dari komik edukatif sampai ensiklopedi bergambar.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top