Proyek Hampir Rampung, PT MRT Usulkan Tarif Dikisaran Rp8.500

Rabu, 03 Oktober 2018 - 01:36 WIB
Proyek Hampir Rampung,...
Proyek Hampir Rampung, PT MRT Usulkan Tarif Dikisaran Rp8.500
A A A
JAKARTA - Proyek transportasi berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT) Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI sudah mendekati rampung. PT MRT selaku pengelola transportasi berbasis rel itu mengusulkan kepada Pmeprov DKI agar tarif Rp8.500-10.000 per 10 kilometer.

Direktur Utama PT MRT, William Syahbandar mengatakan, progres MRT fase I sudah mencapai 96,53 persen dengan rincian depo/ jalur rel melayang sebesar 95,36 persen dan seksi rel bawah tanah mencapai 97,71 persen. Menurutnya, semua pelaksanaan masih sesuai target dan diharapkan beroperasi pada Maret 2019.

"Tarif kami usulkan Rp8.500-10.000 per 10 kilometer. Pemprov DKI yang nantinya akan memutuskan besaran tarif tersebut," kata William di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/10/2018).

William menjelaskan, besaran tarif yang diusulkan ke Pemprov DKI sebesar Rp8.500-10 ribu itu diambil berdasarkan kajian yang dilakukan oleh perusahaan bersama tim konsultan. Harga itu dinilai sepadan dengan fasilitas dan kenyamanan yang diperoleh para pengguna MRT.

Selain itu, kata dia, tarif tersebut juga memperhitungkan kemampuan bayar atau daya beli masyarakat dalam jangka panjang. Untuk itu, tarif MRT nantinya perlu disubsidi oleh pemerintah.

"Jadi itu keputusannya tergantung Pemprov, karena Rp8.500 itu berdasarkan kerelaan membayar masyarakat, itupun harus disubsidi, jadi kalau harganya makin rendah subsidinya makin tinggi," ungkapnya.

Kepala Biro perekonomian, Sri Haryati menuturkan, penghitungan subsidi tarif MRT masih dalam tahap pembahasan. Menurutnya, besaran subsidi yang diberikan nanti diambil dari tarif ekonomi MRT dikurangi tarif yang dijangkau masyarakat. PT MRT sendiri mengajukan usulan tarif Rp8.500-Rp10.000. Menurutnya, hasil subsidi yang dibahas dari berbagai aspek akan berpatokan terhadap tarif rekomendasi tersebut.

Selain itu, kata Sri, keputusan tarif juga akan dihitung melalui skema Kerjasama antara Pemprov DKI dengan PT MRT. Menurutnya ada dua skema Kerjasama yang bisa dilakukan, yakni skema bangun-serah-guna atau build transfer operate (BTO) atau bangun-guna-serah atau build operate transfer (BOT).

BTO merupakan skema pendanaan proyek dimana entitas swasta menerima konsesi dari pihak lain untuk mendanai, merancang, membangun, dan mengoperasikan suatu fasilitas. Model ini memungkinkan penerima konsesi mendapatkan kembali investasi dan biaya operasi serta pemeliharaan yang dikeluarkan dalam suatu proyek.

Sedangkan skema BOT yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dimana, BUMD disini hanya berinvestasi kepada prasarananya.

Sementara, pemerintah sebagai pemilik aset berinvestasi lebih kepada fisik atau sarananya. Hasil pembahasan itu nantinya juga akan mempengaruhi tarif yang ditetapkan untuk layanan MrT

"Skema kerjasamanya juga dihitung terlebih dahulu bagaimana kesiapan pemda, apakah akan dibeli kembali seluruhnya atau dikerjasamakan," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Begini Progres MRT Fase...
Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Didanai Korsel, DKI...
Didanai Korsel, DKI Bangun MRT Jakarta Fase IV Fatmawati-Kampung Rambutan
Skybridge MRT Lebak...
Skybridge MRT Lebak Bulus Ditargetkan Rampung November Ini
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved