Berapapun Harga BBM Dibeli Demi Kesejukan Sang Cucu
Selasa, 02 Oktober 2018 - 18:01 WIB
Berapapun Harga BBM Dibeli Demi Kesejukan Sang Cucu
A
A
A
PALU - Kondisi Perekonomian di Palu belum stabil, setelah empat hari berlalu diguncang bencana gempa dan tsunami. Listrik masih padam, BBM masih langka, dan masyarakat masih butuh air minum dan makanan.
Martha (52) seorang Ibu rumah tangga warga Jalan Dewi Sartika, Palu, Sulawesi Tengah, sangat membutuhkan asupan listrik di rumahnya untuk menyalakan sejumlah alat elektronik, seperti pengatur suhu ruangan (Air Conditioner/AC) untuk cucuknya yang berumur setahun.
Si nenek menceritakan cucunya sangat bersandar pada udara dingin yang biasanya didapat dari AC rumah. Pasca bencana melanda dan listrik padam dia berinisiatif untuk menyalakan mobil pribadinya dan menyalakan AC mobil tersebut untuk cucunya saat istirahat atau waktu bermain di kala terik kota Palu.
Cuaca Kota Palu pada siang hari memang terik sekali, bahkan lebih panas dari Jakarta. Maklum Palu merupakan daerah pesisir yang dekat dengan laut juga berada di antara bukit-bukit, itu yang membuat udaranya menjadi sangat panas.
Hari pertama dan kedua si nenek bertahan dengan cadangan BBM dari mobilnya. Namun pada hari ketiga Martha mulai mencari stok BBM demi menghidupkan AC di mobilnya. Dia lebih memilih untuk membeli BBM yang dijual eceran oleh masyarakat ketimbang harus antre selama 5 jam dengan terik panas membawa jeriken.
Alhasil dia membeli BBM tersebut dengan harga selangit ketimbang harga yang ditetapkan oleh Pertamina. Dia harus membeli BBM dengan harga Rp100.000/liter dan itupun dia hanya mendapatkan 5 liter saja. Hari ini (2/10/2018) dia pun harus membeli BBM yang dijual seharga Rp200.000 per 5 liter.
Demi seorang cucu dia rela untuk mengeluarkan uang lebih dan membeli harga BBM dengan harga yang tak wajar tersebut. Dia juga menyatakan hal ini tidak hanya menimpa dirinya, juga masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan bermotornya.
Padahal pemerintah sudah menurunkan BBM yang didistribusikan di bebrapa SPBU dengan pengawalan ketat oleh TNI. Namun hal itu belum cukup untuk menanggulangi kelangkaan BBM di Kota Palu.
Dandim 1307/Poso Letkol Inf. Dody Triyo Hadi yang menyatakan akan memberangkatkan 6 (enam) unit mobil tangki Pertamina dari Poso untuk membantu korban di Palu dan sekaligus juga ada beberapa rombongan dari berbagai organisasi maupun Pemerintahan Daerah Kab. Poso,
"Kami dari Kodim1307/Poso telah membuka Posko Bantuan juga yg akan membawa bantuan Logistik menuju Posko Korem 132/Tdl yang berada di Palu," ucapnya.
Martha (52) seorang Ibu rumah tangga warga Jalan Dewi Sartika, Palu, Sulawesi Tengah, sangat membutuhkan asupan listrik di rumahnya untuk menyalakan sejumlah alat elektronik, seperti pengatur suhu ruangan (Air Conditioner/AC) untuk cucuknya yang berumur setahun.
Si nenek menceritakan cucunya sangat bersandar pada udara dingin yang biasanya didapat dari AC rumah. Pasca bencana melanda dan listrik padam dia berinisiatif untuk menyalakan mobil pribadinya dan menyalakan AC mobil tersebut untuk cucunya saat istirahat atau waktu bermain di kala terik kota Palu.
Cuaca Kota Palu pada siang hari memang terik sekali, bahkan lebih panas dari Jakarta. Maklum Palu merupakan daerah pesisir yang dekat dengan laut juga berada di antara bukit-bukit, itu yang membuat udaranya menjadi sangat panas.
Hari pertama dan kedua si nenek bertahan dengan cadangan BBM dari mobilnya. Namun pada hari ketiga Martha mulai mencari stok BBM demi menghidupkan AC di mobilnya. Dia lebih memilih untuk membeli BBM yang dijual eceran oleh masyarakat ketimbang harus antre selama 5 jam dengan terik panas membawa jeriken.
Alhasil dia membeli BBM tersebut dengan harga selangit ketimbang harga yang ditetapkan oleh Pertamina. Dia harus membeli BBM dengan harga Rp100.000/liter dan itupun dia hanya mendapatkan 5 liter saja. Hari ini (2/10/2018) dia pun harus membeli BBM yang dijual seharga Rp200.000 per 5 liter.
Demi seorang cucu dia rela untuk mengeluarkan uang lebih dan membeli harga BBM dengan harga yang tak wajar tersebut. Dia juga menyatakan hal ini tidak hanya menimpa dirinya, juga masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kendaraan bermotornya.
Padahal pemerintah sudah menurunkan BBM yang didistribusikan di bebrapa SPBU dengan pengawalan ketat oleh TNI. Namun hal itu belum cukup untuk menanggulangi kelangkaan BBM di Kota Palu.
Dandim 1307/Poso Letkol Inf. Dody Triyo Hadi yang menyatakan akan memberangkatkan 6 (enam) unit mobil tangki Pertamina dari Poso untuk membantu korban di Palu dan sekaligus juga ada beberapa rombongan dari berbagai organisasi maupun Pemerintahan Daerah Kab. Poso,
"Kami dari Kodim1307/Poso telah membuka Posko Bantuan juga yg akan membawa bantuan Logistik menuju Posko Korem 132/Tdl yang berada di Palu," ucapnya.
(wib)