Maksimalkan Pelayanan Air, Pemkab Bekasi Suntik PDAM Rp250 Miliar
Selasa, 02 Oktober 2018 - 18:03 WIB
Maksimalkan Pelayanan Air, Pemkab Bekasi Suntik PDAM Rp250 Miliar
A
A
A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi kembali menyuntikan anggaran kepada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi dalam waktu dekat ini. Rencananya, penyertaan modal yang akan diberikan pemerintah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut mencapai Rp250 miliar secara bertahap di tahun depan.
Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengatakan, penyertaan modal itu akan diberikan secara bertahap mulai tahun depan dengan alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daeraj (APBD) 2019.
"Penyertaan modal ini merupakan bisnis plan kita untuk beberapa tahun ke depan, kita suntik anggaran secara bertahap," kata Neneng di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/10/2018).
Menurutnya, penyertaan modal tersebut bertujuan untuk memaksimal pelayanan air di wilayah Kabupaten Bekasi. Sedang, besaran nilai penyertaan menyesuaikan kemampuan daerah maka dari itu penyertaan modal ini direncanakan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan. "Saat ini sedang digodok payung hukumnya di dewan," ujarnya.
Besaran anggaran itu, kata dia, untuk pembangunan infrastruktur jaringan instalasi air diwilayah Kabupaten Bekasi yang tersebar di 23 Kecamatan. Dengan demikian, semua warga Bekasi bisa merasakan pelayanan air bersih dari pemerintah. Misalnya, wilayah Utara dan Selatan Bekasi yang kerap dilanda kekeringan.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah, DPRD Kabupaten Bekasi Nurdin Muhidin mengatakan, penyertaan modal PDAM Tirta Bhagasasi masuk dalam Raperda tambahan tahun 2018 bersama dengan penyertaan serupa untuk BJB. "Drafnya sudah diserahkan pemerintah dalam paripurna APBD perubahan," kata Nurdin.
Menurutnya, dalam draf tersebut terlihat kajian naskah akademikan menggunakan APBD murni 2019 yang mana dibutuhkan anggaran Rp250 miliar untuk infrastrukturnya. Meski demikian, usulan pemerintah tersebut masih dalam kajian dan rencananya akan disahkan dalam waktu dekat ini. "Kemungkinan penyertaan modal itu dianggarkan di APBD 2019," ucap Nurdin.
Nurdin menjelaskan tahun 2016 lalu pemerintah daerah memberikan penyertaan modal sebesar Rp65 miliar kepada PDAM terbesar se Jawa Barat itu untuk pemasangan instalasi air di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi serta pembangunan kantor baru di Tegal Danas. "Jadi penyertaan modal ini fokus untuk membangun infrastruktur," tegasnya.
Saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi mencapai 220.000 sl yang terdiri dari Kota dan Kabupaten Bekasi. PDAM sendiri mampu memproduksi air 3.800 liter lebih per detik. Sementara cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Bekasi baru 27,61% dari jumlah penduduk. Tahun depan, Kabupaten Bekasi fokus pengembangan di wilayahnya.
Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Usep Rahman Salim mengatakan, dalam hal pelayanan kepada pelanggan pihaknya akan melakukan secara maksimal dengan penyertaan modal itu salah satunya dengan merencanakan penambahan instalasi galian pipa. "Fokus utama kita adalah sambungan jaringan di seluruh Kecamatan," imbuhnya.
Saat ini, kata di, dari 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi baru terealisasi di 19 kecamatan, sisanya masih proses pembangunan dan membutuhkan anggaran sebesar itu.
"Yang jelas PDAM hanya di hulu untuk pembangunan produksi, dipengantar untuk jaringan distribusi utama dan di hilir untuk retikulasi sambungan," katanya.
Usep memastikan pelayanan konsumen tidak akan terganggu oleh proses pemisahan aset yang kini tengah diupayakan Pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi sebagai pemilik saham sebab PDAM Tirta Bhagasasi ingin membangun kedua wilayah itu melalui jaringan air bersih sesuai anjuran 100% terlayani dari pemerintah pusat.
Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengatakan, penyertaan modal itu akan diberikan secara bertahap mulai tahun depan dengan alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daeraj (APBD) 2019.
"Penyertaan modal ini merupakan bisnis plan kita untuk beberapa tahun ke depan, kita suntik anggaran secara bertahap," kata Neneng di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/10/2018).
Menurutnya, penyertaan modal tersebut bertujuan untuk memaksimal pelayanan air di wilayah Kabupaten Bekasi. Sedang, besaran nilai penyertaan menyesuaikan kemampuan daerah maka dari itu penyertaan modal ini direncanakan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan. "Saat ini sedang digodok payung hukumnya di dewan," ujarnya.
Besaran anggaran itu, kata dia, untuk pembangunan infrastruktur jaringan instalasi air diwilayah Kabupaten Bekasi yang tersebar di 23 Kecamatan. Dengan demikian, semua warga Bekasi bisa merasakan pelayanan air bersih dari pemerintah. Misalnya, wilayah Utara dan Selatan Bekasi yang kerap dilanda kekeringan.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah, DPRD Kabupaten Bekasi Nurdin Muhidin mengatakan, penyertaan modal PDAM Tirta Bhagasasi masuk dalam Raperda tambahan tahun 2018 bersama dengan penyertaan serupa untuk BJB. "Drafnya sudah diserahkan pemerintah dalam paripurna APBD perubahan," kata Nurdin.
Menurutnya, dalam draf tersebut terlihat kajian naskah akademikan menggunakan APBD murni 2019 yang mana dibutuhkan anggaran Rp250 miliar untuk infrastrukturnya. Meski demikian, usulan pemerintah tersebut masih dalam kajian dan rencananya akan disahkan dalam waktu dekat ini. "Kemungkinan penyertaan modal itu dianggarkan di APBD 2019," ucap Nurdin.
Nurdin menjelaskan tahun 2016 lalu pemerintah daerah memberikan penyertaan modal sebesar Rp65 miliar kepada PDAM terbesar se Jawa Barat itu untuk pemasangan instalasi air di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi serta pembangunan kantor baru di Tegal Danas. "Jadi penyertaan modal ini fokus untuk membangun infrastruktur," tegasnya.
Saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi mencapai 220.000 sl yang terdiri dari Kota dan Kabupaten Bekasi. PDAM sendiri mampu memproduksi air 3.800 liter lebih per detik. Sementara cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Bekasi baru 27,61% dari jumlah penduduk. Tahun depan, Kabupaten Bekasi fokus pengembangan di wilayahnya.
Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Usep Rahman Salim mengatakan, dalam hal pelayanan kepada pelanggan pihaknya akan melakukan secara maksimal dengan penyertaan modal itu salah satunya dengan merencanakan penambahan instalasi galian pipa. "Fokus utama kita adalah sambungan jaringan di seluruh Kecamatan," imbuhnya.
Saat ini, kata di, dari 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi baru terealisasi di 19 kecamatan, sisanya masih proses pembangunan dan membutuhkan anggaran sebesar itu.
"Yang jelas PDAM hanya di hulu untuk pembangunan produksi, dipengantar untuk jaringan distribusi utama dan di hilir untuk retikulasi sambungan," katanya.
Usep memastikan pelayanan konsumen tidak akan terganggu oleh proses pemisahan aset yang kini tengah diupayakan Pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi sebagai pemilik saham sebab PDAM Tirta Bhagasasi ingin membangun kedua wilayah itu melalui jaringan air bersih sesuai anjuran 100% terlayani dari pemerintah pusat.
(mhd)