Keluarga di Pekalongan Ini Tinggal di Rumah yang Nyaris Ambruk

Kamis, 27 September 2018 - 09:15 WIB
Keluarga di Pekalongan...
Keluarga di Pekalongan Ini Tinggal di Rumah yang Nyaris Ambruk
A A A
PEKALONGAN - Empat orang sekeluarga, tiga di antaranya anak-anak, terpaksa tinggal di rumah nyaris ambruk. Keluarga ini terpaksa menempati rumah yang membahayakan keselamatan jiwa karena tak ada tempat lain dan tidak mempunyai biaya untuk perbaikan.

Rumah milik Bejo Sutrisno, warga RT 05/RW 12 Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah ini kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan rumah dari kayu sudah miring, dinding bagian depan patah nyaris roboh. Kondisi dalam rumah juga membahayakan karena kayunya sebagian keropos dan patah. Tiang penyangga patah, atap bocor, lantai juga masih tanah.

Di dalam rumah ini ada empat orang yang tinggal. Mereka adalah Bejo Sutrisno dan anaknya Kris Cahaya (6), lalu dua keponakan, Hamzah (20) dan Afrizah (12). Keduanya tak tamat sekolah dasar, karena tidak ada biaya.

"Kondisi keluarga kami memang serba kesulitan. Rumah nyaris ambruk terpaksa tetap saya diami karena tak ada tempat lain dan tak ada biaya untuk perbaikan. Penghasilan saya sebagai tukang parkir tak cukup, bahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Istri saya meninggal saat melahirkan anak saya, sedang dua keponakan ikut karena tak ada tempat lain," tutur Bejo Sutrisno, Kamis (27/9/2018).

Keluarga di Pekalongan Ini Tinggal di Rumah yang Nyaris Ambruk


Haryono, ketua RT menyebutkan pihaknya bersama warga sudah meminta bantuan ke mana-mana namun belum bisa untuk memperbaiki rumah Bejo. "Rumah ini juga kebanjiran dan bocor jika musim hujan, sehingga harus segera dicarikan solusi agar tidak ambruk dan bisa menimpa seluruh penghuninya. Kami membantu mencari bantuan namun hingga kini belum ada untuk biaya perbaikan rumah, sementara hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja," ungkapnya.

Dia berharap ada kepedulian dermawan juga pemerintah daerah agar bisa membantu renovasi rumah Bejo sehingga tidak membahayakan keselamatan jiwa penghuninya.
(amm)
Berita Terkait
Satu Keluarga di Sinjai...
Satu Keluarga di Sinjai Hidup di Gubuk Tak Layak Huni Depan Kantor Bappeda
Bikin Ngelus Dada, Sekeluarga...
Bikin Ngelus Dada, Sekeluarga di Indramayu Jabar Tinggal di Rumah Nyaris Roboh
Kapolda Jabar Bantu...
Kapolda Jabar Bantu 30 Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bandung
Puluhan Rumah Rusak...
Puluhan Rumah Rusak dan Tak Layak Huni di Kampung Melayu Diperbaiki
QNET dan Kodim 1611...
QNET dan Kodim 1611 Badung Bali Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warakuwuri
Miris! Ada 30.000 Lebih...
Miris! Ada 30.000 Lebih Rumah Tidak Layak Huni di DIY
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
43 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
1 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
2 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
10 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved