Psikolog: Akar Masalah Suporter Bola Tidak Pernah Diselesaikan

Senin, 24 September 2018 - 20:21 WIB
Psikolog: Akar Masalah...
Psikolog: Akar Masalah Suporter Bola Tidak Pernah Diselesaikan
A A A
DEPOK - Berulangnya kembali kasus meninggalnya pendukung tim sepakbola akibat dikeroyok pendukung tim lawan dinilai akibat akar masalah yang tidak pernah diselesaikan. Apa yang terjadi antara pendukung Persija Jakarta, Jakmania dan pendukung Persib Bandung, Bobotoh adalah bentuk agresivitas kelompok yang terus-menerus diturunkan.

Psikolog dari Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, apa yang menjadi sumber masalahnya selama ini tidak pernah teridentifikasi dengan jelas. Terlebih sanksi bagi pelaku tindak kekerasan tidak memberikan efek jera.

Misalnya, jika ada kejadian seperti ini yang dihukum adalah klub atau membekukan pertandingan. Padahal yang melakukan tindak kekerasan adalah individu-individu yang bergabung dalam kelompok.

"Selama ini kita tidak pernah tahu hukuman bagi si pelaku tindak kekerasan ini. Sudah banyak suporter yang mati tapi juga terulang lagi. Misalnya pengerusakan di GBK kemarin, juga tidak ada sanksi yang tegas pada pelakunya, sehingga tidak ada efek jera,” ujar Shinta, Senin (24/9/2018).

Shinta menjelaskan, seringkali pertandingan olahraga, terutama sepakbola, hanya digunakan sebagai media untuk menampilkan agresivitas yang selama ini tak tersalurkan. Sebab anak muda seringkali membutuhkan media untuk menyalurkan energinya, baik dalam bentuk positif maupun negatif. (Baca juga: Sesali Suporter Jakmania Tewas, Anies Ingin Kekerasan Ini Berakhir)

Ketika menonton sepakbola dijadikan ajang penyaluran energi, maka potensi konflik dengan lawan menjadi sangat tinggi, karena ada kesamaan keinginan. Adanya kekuatan sebagai anggota kelompok biasanya mendorong seseorang untuk berperilaku sesuai kelompoknya.

“Saat melebur dalam kelompok, ia menjadi anonim. Semua adalah anggota corps tertentu, sehingga ketika terprovokasi untuk melakukan agresifitas, juga tidak lagi melihat individu,” ungkapnya. (Baca juga: Jakmania Tewas Dikeroyok di GBLA, Persija Berduka )

Dengan demikan, seringkali pendukung sepakbola tidak lagi berpikir konsekuensi atas tindakannya secara logis, tapi lebih didorong oleh emosi agresif kelompok. Hati nurani menjadi tidak ada, karena melebur dalam kelompok dan menjadi anonim.

Padahal, dalam tindak kriminal pelakunya tetap individu-individu. Apalagi jika korban hanya sendiri atau minoritas, mereka akan lebih brutal melampiaskan agresivitasnya.

Shinta juga melihat esensi sport sebagai kata dasar sportivitas, tidak lagi ditunjukkan. Padahal seharusnya hal ini bisa diedukasi oleh setiap klub di tiap kota. Mereka harus diedukasi bahwa sepakbola adalah olahraga, bukan ajang melampiaskan hal-hal tertentu.
(thm)
Berita Terkait
Chelsea Digebuk Arsenal,...
Chelsea Digebuk Arsenal, Cesar Azpilicueta Amuk Suporter
Pendukung PSS Sleman...
Pendukung PSS Sleman Bentrok dengan Pendukung Persikabo di Stadion Pakansari
Warganet Ungkap Kengerian...
Warganet Ungkap Kengerian Gas Air Mata: Seperti Menghirup Bon Cabe dari Botol
Bangun Ekosistem Sepakbola...
Bangun Ekosistem Sepakbola Sehat, Kemenpora Gelar KIE Suporter di Sumbar
FIFA Menolak! Kompetisi...
FIFA Menolak! Kompetisi I.League Tanpa Suporter Away ke Kandang Lawan
Tawuran Suporter Sepak...
Tawuran Suporter Sepak Bola, Anggota Satpol PP Jadi Sasaran Amuk Massa
Berita Terkini
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
40 menit yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
1 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
3 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
3 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
3 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
3 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved