Memasuki Musim Hujan, Normalisasi Kali Harus segera Diselesaikan

Jum'at, 21 September 2018 - 15:23 WIB
Memasuki Musim Hujan,...
Memasuki Musim Hujan, Normalisasi Kali Harus segera Diselesaikan
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mulai terjadi pada Oktober 2018. Maka itu, BMKG menyarankan proyek normalisasi kali agar dipercepat demi menghadapi hujan yang kian lebat.

"Oktober nanti musim hujan sudah masuk, jadi bisa dikatakan proyek kali harus segera selesai," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Prabowo menjelaskan, sekalipun hari ini hujan datang dan menyebabkan genangan di sejumlah titik. Namun hal itu belum cukup parah, mengingat hujan yang datang kali ini lebih karena sirklon tropis mangkhut yang berasal dari Filipina.

Sirklon ini mengganggu angin panas yang datang dari Australia. Sehingga angin panas itu menyebar ke bagian selatan sumatera hingga ke arah barat.

Sementara dampak siklon mangkhut kemudian membuat wilayah Pulau Jawa, Kalimantan hingga sisi Sumatera timur menjadi hujan.

"Kalau september ini belum dikatakan hujan. Transisinya pun baru minggu depan. Dan musim hujannya baru datang di bulan Oktober," ucapnya.

Pada awal Oktober nantinya, Prabowo mengatakan, hujan masih datang dengan intensitas sedang dengan kisaran 100-120 mililiter per bulan. Meskipun masih sedang, namun BMKG mengingatkan masyarakat dan pemda tak terlena. Sebab tanpa adanya antisipasi, bukan tak mungkin genangan dan banjir akan terjadi.

"Mungkin bisa seperti itu, uji coba lah," jawab Prabowo saat disinggung mengenai Oktober waktu yang cocok untuk uji coba proyek normalisasi.

Prabowo melanjutkan, untuk hujan dengan intensitas tinggi. Pihaknya memprediksi akan terjadi pada awal Januari. Disitulah dirinya menyakini puncak hujan akan memuncak dengan volume air turun banyak dan intensitas tinggi, bahkan hujan bisa turun seharian penuh.

Karena itu, mengingat waktunya hanya sekitar tiga bulan lagi, Prabowo mengingatkan, agar optimalisasi proyek dilakukan. Cara ini dianggap merupakan solusi tepat mengantisipasi banjir nantinya.
(mhd)
Berita Terkait
Dukung Normalisasi,...
Dukung Normalisasi, Warga Bantaran Kali Ciliwung Enggan Direkolasi ke Rusunawa
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi...
Pemkot Jakut Jamin Normalisasi Kali Adem Rampung Desember
Membelah Jakarta dan...
Membelah Jakarta dan Bersejarah, Cinta Ciliwung Bersih Harus Berkelanjutan
Normalisasi 40 Titik...
Normalisasi 40 Titik Sungai, Bekasi Anggarkan Rp20 Miliar
41 Alat Berat Dikerahkan...
41 Alat Berat Dikerahkan Normalisasi Sungai di Kabupaten Lutra
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Sungai Kandoa-Balambang Bakal Dinormalisasi
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
5 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
5 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
6 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
6 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
8 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved