Gara-Gara Tekanan Ekonomi, Jumlah Pasien Gangguan Jiwa Meningkat

Jum'at, 21 September 2018 - 08:53 WIB
Gara-Gara Tekanan Ekonomi,...
Gara-Gara Tekanan Ekonomi, Jumlah Pasien Gangguan Jiwa Meningkat
A A A
JAKARTA - Jumlah pasien pengidap gangguan jiwa di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1, Cengkareng, Jakarta Barat, saat ini mengalami peningkatan. Pengelola panti pun terus berusaha memberikan pembinaan terhadap para pasien tersebut agar mereka dapat pulih kembali.

Kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1, Irfan mengatakan, data pasien gangguan jiwa hanya tercatat apabila mereka dibawa keluarga ke panti tersebut atau ditemukan berkeliaran di jalanan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat.

Saat ini, terdapat 850 pasien gangguan jiwa yang dibina di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1. Sebagian di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa (RSJ).

“Total sekarang jumlahnya ada 850 orang (pasien), dan kondisi sekarang 79 orang ada di rumah sakit. Sementara, di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 (Cipayung, Jakarta Timur) ada 1.100 orang pasien,” ujar Irfan, Kamis 20 September 2018.

Menurut dia, meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa saat ini disebabkan tekanan hidup seperti masalah ekonomi serta kemampuan mereka beradaptasi dengan lingkungan. Untuk menyembuhkan mereka kembali, para pasien akan diberikan obat sesuai rekomendasi dokter jiwa.

“Mereka diberikan obat, sambil kami melakukan rehabilitasi. Secara umum, berdasarkan perhitungan oleh Dinas Sosial (Provinsi DKI Jakarta), memang terjadi peningkatan penderita psikotik. (Penyebabnya) karena tekanan ekonomi,” kata Irfan.

Dia menjelaskan, untuk pengidap gangguan jiwa berat, proses penyembuhan membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa hingga tahunan. Sementara, untuk pengidap gangguan jiwa ringan, penyembuhan dapat dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan.

Dalam menangani para pasien, Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit untuk melakukan pencegahan dini maupun pengobatan. Irfan mengungkapkan, pencegahan dini perlu dilakukan karena banyak orang mengalami gangguan jiwa lantaran persoalan hidup. Jenis gangguan itu pun bermacam-macam, mulai dari kecanduan obat hingga gangguan kepribadian.

“Rata-rata penderita gangguan jiwa berasal dari luar Jakarta yang datang ke Ibu Kota karena ingin mencari pekerjaan, mencari keluarga, dan alasan lainnya,” tuturnya.
(ysw)
Berita Terkait
Sebelum Dipulangkan...
Sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal, 1.542 PMKS Dites Covid-19
DPRD DKI Sarankan Tunawisma...
DPRD DKI Sarankan Tunawisma Diberi Edukasi Covid-19
Gelandangan Ini Bawa...
Gelandangan Ini Bawa Uang Rp12 Juta saat Terjaring Dinsos Jaksel
Dinsos Amankan Pengemis...
Dinsos Amankan Pengemis Buntung, Wagub DKI: Kita Perlakukan dengan Baik
Ditampung di GOR Cengkareng,...
Ditampung di GOR Cengkareng, Puluhan PMKS Jalani Rapid Test Corona
Miris Anak-anak Marak...
Miris Anak-anak Marak Mengemis saat Ramadhan, Satpol PP: Jangan Beri Sesuatu
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
1 jam yang lalu
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
2 jam yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
3 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
10 jam yang lalu
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
10 jam yang lalu
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
11 jam yang lalu
Infografis
10.056 Tentara Israel...
10.056 Tentara Israel Alami Gangguan Jiwa Akibat Lelah Berperang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved