Ini Prakiraan BMKG soal Musim Hujan di Jawa Tengah
Kamis, 13 September 2018 - 14:35 WIB
Ini Prakiraan BMKG soal Musim Hujan di Jawa Tengah
A
A
A
SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah menyebutkan bahwa awal musim hujan tahun ini diprakirakan Oktober dan November 2018. Musim hujan paling awal akan turun pada Oktober dasarian I (satuan waktu meteorologi yang lamanya 10 hari), atau pada rentan waktu antara minggu pertama dan kedua di bulan tersebut. Sedangkan musim hujan paling akhir terjadi pada Desember dasarian I.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso, wilayah Jawa Tengah yang paling awal memasuki musim hujan meliputi sebagian Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, dan Pemalang. Sedangkan untuk wilayah yang paling akhir memasuki hujan terjadi di sebagian Kabupaten Pati, Rembang, dan Jepara.
"Untuk awal musim hujan di Kota Semarang diprakirakan terjadi pada pertengahan November. Sedangkan di Kabupaten Semarang diprediksi terjadi lebih awal dibanding Kota Semarang, yakni awal November," kata Tuban Wiyoso di Semarang, Kamis (13/9/2018).
Dia menyebutkan, sebagian wilayah Kabupaten Jepara dan Pati bakal mengalami musim hujan terpendek tahun ini, yakni 11 dasarian (110 hari). Sementara musim hujan terpanjang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara, Pekalongan, Pemalang, dan Purbalingga. Akan terjadi selama 26 dasarian (260 hari).
Oleh sebab itu, Tuban mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya banjir dan tanah longsor. Terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan bencana.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko menambahkan, memasuki musim peralihan atau transisi antara musim kemarau ke musim penghujan bisa memicu terjadinya cuaca ekstrem. "Pada fase tersebut, biasanya hujan akan datang tiba-tiba yang disertai dengan petir dan angin kencang," ujarnya.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso, wilayah Jawa Tengah yang paling awal memasuki musim hujan meliputi sebagian Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, dan Pemalang. Sedangkan untuk wilayah yang paling akhir memasuki hujan terjadi di sebagian Kabupaten Pati, Rembang, dan Jepara.
"Untuk awal musim hujan di Kota Semarang diprakirakan terjadi pada pertengahan November. Sedangkan di Kabupaten Semarang diprediksi terjadi lebih awal dibanding Kota Semarang, yakni awal November," kata Tuban Wiyoso di Semarang, Kamis (13/9/2018).
Dia menyebutkan, sebagian wilayah Kabupaten Jepara dan Pati bakal mengalami musim hujan terpendek tahun ini, yakni 11 dasarian (110 hari). Sementara musim hujan terpanjang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara, Pekalongan, Pemalang, dan Purbalingga. Akan terjadi selama 26 dasarian (260 hari).
Oleh sebab itu, Tuban mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya banjir dan tanah longsor. Terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan bencana.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko menambahkan, memasuki musim peralihan atau transisi antara musim kemarau ke musim penghujan bisa memicu terjadinya cuaca ekstrem. "Pada fase tersebut, biasanya hujan akan datang tiba-tiba yang disertai dengan petir dan angin kencang," ujarnya.
(amm)