Miliki Tarif Resmi, DKI Optimistis OK Otrip Tembus 2000 Armada

Senin, 27 Agustus 2018 - 05:20 WIB
Miliki Tarif Resmi,...
Miliki Tarif Resmi, DKI Optimistis OK Otrip Tembus 2000 Armada
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta optimistis program transportasi One Karcis One Trip (OK Otrip) mencapai 2.000 armada bus kecil yang melayani ke permukiman hingga akhir tahun ini. Tarif rupiah per kilometer yang menjadi kendala kini sudah ada di LPSE.jakarta.go.id.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, saat ini kendala utama program OK Otrip yakni perbedaan rupiah per kilometer sudah terselesaikan. Dimana, ada dua tarif yang berbeda sesuai jarak tempuh armada di trayek dan sudah terpampang di LPSE.jakarta.go.id.

"Untuk trayek berjarak 200 kilometer, yaitu sekitar Rp3.616 dan jarak 180 kilometer itu sekitar Rp3.902," kata Andri pada Minggu, 26 Agustus 2018 kemarin. Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil diskusi dengan para operator existing yang belum bergabung lantaran ketetapan tarif sebelumnya Rp3.700 per kilometer dianggap merugi.

Menurut Andri, saat ini sudah lima operator yang bergabung, sedangkan sisanya sudah setuju tinggal kerja sama dengan PT Transjakarta saja. Andri menjelaskan, operator bus kecil di Jakarta sedikitnya ada 11. Di antaranya yaitu, KWK, Budi Luhur, Komilet Jaya, Kopamilet Jaya, Komika Jaya, Purimas Jaya, Kolamas Jaya, Kojang Jaya, Kencana Sakti Transport, Lestarisurya Gemapersada, dan Puskopau Lanud Halim Perdana Kusuma.

Dengan adanya tarif rupiah per kilometer yang berbeda sesuai jarak dan kondisi trayek, lanjut Andri, PT Transportasi Jakarta sebagai perusahaan daerah yang memiliki kewenangan menangani OK Otrip seharusnya bisa mencapai target 2.000 armada bus kecil yang tergabung dalam OK Otrip hingga akhir tahun ini.

"Tarif rupiah kilometer dalam OK Otrip itu Ibarat keran air sudah terbuka, jadi tinggal ngalir semuanya," ucapnya.

Kepala Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Wibowo menuturkan, lima operator yang sudah bergabung saat ini yaitu KWK, Budi Luhur, PUSKOPAU, PT. Kencana Sakti dan PT. Lestarisurya Gema Persada Purimas. Sementara sisanya masih dalam negoisasi.

"Bukan negoisasi tarif. Kalau tarif kan sudah ada di LPSE," ungkapnya. Hingga saat ini, lanjut Bowo, pelanggan OK-OTrip sudah lebih dari 40.000 orang dengan 15 rute yang telah beroperasi.

Sementara itu,Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan menilai OK Otrip yang diuji cobakan saat ini hanyalah asal dan hanya menyentuh sistem tapping saja. Padahal, untuk memindahkan pengendara pribadi ke dalam angkutan umum sesuai program OK Otrip dan diatur dalam Permenhub 29/2015, angkutan umum harus memenuhi SPM fasilitas pelayanan.

Artinya, lanjut Shafruhan, selain menghitung bersama komponen rupiah perkilometer dan jarak tempuh, SPM menjadi sangat penting dalam program OK Otrip yang menyentuh hingga ke pemukiman. "Nah kalau yang terjadi saat ini, apa bedanya dengan angkot yang ada? Cuma tapping doang kan. Naik dan turun penumpang saja sembarangan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Antrean Jak Lingko Bikin...
Antrean Jak Lingko Bikin Macet Tanah Abang
6 Perbedaan Jak Lingko...
6 Perbedaan Jak Lingko dan Angkot Biasa
Integrasi Transportasi...
Integrasi Transportasi Publik Segera Terwujud
Kecelakaan Timpa Angkot...
Kecelakaan Timpa Angkot Jak Lingko di Depan Puspom Jakpus
Anies Integrasikan Seluruh...
Anies Integrasikan Seluruh Transportasi Umum di Jakarta Lewat Jak Lingko
Bank Mandiri Terbitkan...
Bank Mandiri Terbitkan Kartu E-Money Edisi Jak Lingko
Berita Terkini
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
17 menit yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
24 menit yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
2 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
2 jam yang lalu
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
8 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
12 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved