Dikelilingi Ribuan Pabrik, 10 Sungai Bekasi Tercemar Limbah Industri

Kamis, 23 Agustus 2018 - 16:36 WIB
Dikelilingi Ribuan Pabrik,...
Dikelilingi Ribuan Pabrik, 10 Sungai Bekasi Tercemar Limbah Industri
A A A
BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menyatakan sebanyak 10 sungai yang melintasi wilayah tersebut terindikasi tercemar limbah industri. Untuk menimalisir pencemaran kian buruk, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi membentuk satgas mengatasi persoalan pencemaran air sungai di wilayahnya.

"Kami bentuk satgas untuk mengamankan, mengendalikan, serta memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS)," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam pada Kamis (23/8/2018).

Menurutnya, satgas ini akan mengawasi aliran Sungai Citarum, Sungai Cibeet, dan Sungai Cipamingkis. Berdasarkan laporan warga kepada pemerintah, sebanyak sepuluh sungai di Kabupaten Bekasi yang terindikasi tercemar limbah industri. Pencemaran itu sudah pada tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Apalagi, indikasi pencemaran dapat terlihat dari keberadaan ikan di dalam sungai itu yang kini sudah tidak terlihat lagi."Ikan yang selama ini hidup di 10 sungai itu kini tidak terlihat lagi. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan air itu untuk keperluan rumah tangga juga tidak lagi dapat dimanfaatkan," ungkapnya.

Sejumlah sungai tersebut di antaranya Kali Cikedokan, Kali Ciherang, Kali Cikarang, Kali Bekasi, Kali Balacan, Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Jaoharul menjelaskan, semua sungai ini bermuara ke Bekasi bagian Utara yang menjadi urat nadi pertanian di Kabupaten Bekasi. Kondisi pencemaran sungai itu sudah lama dikeluhkan masyarakat sekitar, namun hingga kini belum ada solusinya.

Saat ini, pencemaran pada tingkat yang sangat berbahaya. Karena pencemaran itu mempengaruhi hasil hasil pertanian."Hasil pertanian di wilayah utara yang selama ini menggunakan air sungai yang tercemar telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas. Belum lagi kerugian petani tambak yang ikannya mati menggunakan air tercemar limbah," ujarnya.

Ditambah, tingkat pencemaran itu mempersulit masyarakat yang tinggal di sisi kali untuk mendapatkan air bersih. Saat ini, kata dia, banyak masyarakat yang menggali sumur baik itu artesis maupun sumur pompa, airnya tidak akan bagus. Sebab, airnya sudah berbau, berminyak, dan warnanya keruh dan sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

Secara garis besar satgas akan berupaya untuk mengendalikan pencemaran di sungai dengan mengurangi dan melarang limbah air serta tinja masuk ke sungai dan melarang warga membuang sampah ke sungai. "Kalau ada yang terbukti melakukan pencemaran ke sungai tentunya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang ada karena Satgas ini juga melibatkan Kepolisian dan TNI," katanya. Artinya, mulai sekarang pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan sungai dengan menerapkan disiplin kepada masyarakat maupun pelaku industri.

Kabid Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto mengatakan selain melibatkan aparat kepolisian dan TNI pihaknya juga menggandeng pelaku usaha industri dan juga masyarakat karena besarnya peranan keduanya."Semua pihak harus berperan menjaga aliran sungai diwilayahnya," katanya.

Dodi mencontohkan, seperti pengoptimalan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari pelaku industri untuk penanaman pohon di bantaran sungai dan kesadaran perusahaan untuk tidak membuang limbah di sungai, sementara masyarakat sekitar aliran sungai akan dilibatkan dalam program eco village dengan membentuk bank sampah.

"Jadi nanti di lokasi tempat pembuangan sampah liar akan disimpan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang akan dijadikan Bank Sampah, agar masyarakat membuang sampah ke sana dan tidak membuangnya ke sungai," tegasnya. Untuk itu dia berharap keterlibatan pelaku industri dan masyarakat menjadi pemicu pihak lain peduli kepada lingkungannya.
(whb)
Berita Terkait
Terbukti Cemari Lingkungan,...
Terbukti Cemari Lingkungan, Pemkab Bekasi Sanksi Pabrik Keramik di Cikarang
Waduh, Kali Bekasi di...
Waduh, Kali Bekasi di Margahayu Tercemar Limbah Pabrik
Pemkab Bekasi Kantongi...
Pemkab Bekasi Kantongi Perusahaan Pencemar Lingkungan
Hanya 13 Perusahaan...
Hanya 13 Perusahaan Miliki Izin Buang Limbah ke Sungai
Gudang Limbah RSUD Kabupaten...
Gudang Limbah RSUD Kabupaten Bekasi Terbakar, Pasien Panik Berhamburan
5 Sungai Paling Kotor...
5 Sungai Paling Kotor di Bekasi, Limbah Pabrik dan Sampah Jadi Masalah Utama
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
2 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
2 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
11 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved