Kekeringan, Warga Andalkan Sumber Air di Telaga yang Mulai Mengering

Senin, 13 Agustus 2018 - 03:17 WIB
Kekeringan, Warga Andalkan...
Kekeringan, Warga Andalkan Sumber Air di Telaga yang Mulai Mengering
A A A
GUNUNGKIDUL - Kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Gunungkidul menjadikan warga benar-benar berusaha keras mendapatkan air bersih. Bahkan bagi warga miskin terpaksa memanfaatkan mata air telaga yang terus mengering.

Di telaga Banteng di Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop misalnya. Jika sebelumnya air telaga yang melimpah hanya digunakan untuk cadangan air pertanian dan digunakan kebutuhan mencuci pakaian dan minum ternak, saat ini sudah berubah. Sebagian warga kini memanfaatkan mata air yang hanya ada beberapa titik untuk kebutuhan minum.

Dengan menggunakan gayung warga mengambil air dan dimasukkan ke dalam jerigen. "Kami juga mencangkul di titik-titik yang masih ada berkas airnya biar lebih dalam dan ditunggu sampai jernih," ujar Sutiyem warga setempat, minggu (12/8/2018).

Dalam sehari dia setidaknya bisa lima kali bolak-balik dari rumah untuk mengambil air dari lubang di telaga Banteng itu. "Dulu waktu melimpah airnya buat minum ternak saja, dan sebagian untuk mencuci baju warga, sekarang hanya untuk kebutuhan minum saja karena sudah mengering," ucapnya.

Dijelaskan, kesulitan air ini terjadi sejak tiga bulan yang lalu. Sebagai warga miskin, dia mengaku tidak memiliki uang berlebih untuk membeli air dari tangki swasta yang harus ditebus ddngan harga Rp 160 ribu setiap tangkinya. Sedangkan bantuan pemerintah tidak skan cukup. "Karena untuk menghemat ya kita ngangsu (menimba air dan membawa ke rumah)," bebernya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan saat ini pihaknya terus mencoba menangani kekeringan ini. "Selain dari anggaran Pemkab kan juga ada dari kecamatan-kecamatan. Selain itu juga kami harapkan adanya bantuan dari pihak swasta, beberapa juga sudah membantu," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)sudah melakukan pengecekan beberapa lokasi kekeringan. "Mudah-mudahan ada tambahan bantuan untuk meringankan beban warga," ulasnya.

Hingga akhir pekan ini, setidaknya 950 tangki air sudah dikirimkan ke tempat-tempat yang membutuhkan air.
(nag)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
19 menit yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
22 menit yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
49 menit yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
1 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
2 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved