Pabrik Sabu Kualitas Impor Digerebek Polres Jakarta Barat

Rabu, 08 Agustus 2018 - 23:14 WIB
Pabrik Sabu Kualitas...
Pabrik Sabu Kualitas Impor Digerebek Polres Jakarta Barat
A A A
TANGERANG - Pabrik sabu di Perumahan Metland, Jalan Kateliya Elok II, Blok H3, No 12B, Cipondoh, Kota Tangerang, digerebek petugas Polresto Jakarta Barat. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap seorang tersangka yang merupakan pemilik rumah, berinisial AW alias Pheng Chun, residivis yang baru kelar menjalani masa hukuman lima tahun penjara.

Kapolresto Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, Pheng Chun bekerja seorang diri menjalankan pabrik, dan untuk kepentingan sendiri. "Bisa dibilang, ini karya anak bangsa yang menyimpang. Ini alarm buat kita semua. Karena yang kita ungkap saat ini adalah laboraturium rahasia, di mana tersangka membuat sabu," kata Hengki pada Rabu (8/8/2018) sore.

Hengky menjelaskan, pabrik sabu Pheng Chun ini berbeda dengan pabrik-pabrik sabu rumahan lainnya. Selain sangat berbahaya dengan kadar metametamine 60-70%, juga memakai bahan baku yang tidak biasa. "Jadi, tersangka ini residivis tahun 2010 terkait kasus yang sama. Cuma bedanya, saat itu tersangka memperoleh bahan baku sabu dari pasar gelap," jelasnyanya.

Akibat perbuatannya saat itu, Pheng Chun divonis hakim 10 tahun penjara. Namun, setelah lima tahun menjalani masa hukuman, Pheng Chun bebas. Saat di dalam penjara, dia menjalin hubungan dengan napi lainnya.

"Setelah bebas, tersangka mempelajari dari internet secara autodidak. Bahan bakunya diambil dari dari obat-obatan yang ada dan terjual bebas," ungkapnya. Bahan-bahan yang digunakan Pheng Chun membuat sabu, yakni neo napacine, ephedrin, soda api, yodium, fosfor, HCL, toluen, acetone, dan alkohol. Bahan-bahan itu, dijual bebas di tengah masyarakat.

"Hebatnya, kualitasnya sama dengan sabu yang berasal dari luar negeri. Setiap hari, tersangka bisa memproduksi sabu 100 gram. Sebulan, bisa mencapai 1-3 kg dan sudah berjalan selama setahun," paparnya.

Dilanjutkan dia, sesuai dengan mutunya yang sangat baik, harga jual sabu produksi Pheng Chun pun terbilang cukup tinggi yakni, Rp900.000/gram."Pheng Chun bekerja sendiri. Dia yang menjadi ilmuannya, pemakai, kurir, bos, semuanya dikerjakan sendiri," sambungnya.

Meski demikian, polisi tidak percaya dan akan terus melakukan pengembangan dari temuan besarnya ini. Apalagi, Pheng Chun sudah menjaring pasar sabunya sendiri.

Kabid Narkobafor, Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Pol Sodiq Pratomo menambahkan, cara membuat sabu di internet memang sangat banyak ditemui. "Tetapi sebenarnya kita harus hati-hati dengan produk ini, karena reaksinya sangat berbahaya. Apalagi pembuatannya memakai pospor merah, dan bahan baku dari obat sesak napas," tambahnya.

Pemakaian obat-obatan itu sebagai bahan dasar sabu, karena ada senyawa yang sama dengan bahan sabu. Senyawa inilah yang dipisahkan melalui proses kimia. "Jadi prosesnya sangat mudah. Dilarutkan dan secara terpisah digabungkan dengan yodium dan pospor. Lalu jadinya metametamine dan diairi dengan gas HCL. Kadarnya pun jadi sangat tinggi," jelasnya.

Bagi yang tidak profesional, jika dilakukan tanpa kehati-hatian, proses pencampuran ini sangat berbahaya. Pheng Chun sendiri terbakar tangannya, saat pengolahan.

Sementara itu, penggerebekan pabrik sabu rumahan milik Pheng Chun oleh petugas Polresto Jakarta Barat ini sempat mengagetkan warga Perumahan Metland, di Jalan Kateliya Elok II, Blok H3, RT09/08.

Ketua RW08/09 Hadirat Syukur mengaku, tidak pernah menyangka jika ada residivis yang tinggal di lingkungannya, dan tanpa diketahui oleh warga lainnya. "Yang saya tahu, Pheng Chun ini sudah mengontrak di rumah itu selama 2-3 tahun. Saat itu yang izin, pemilik rumah dan tidak bilang apa-apa tentang riwayat Pheng Chun selama ini," sambungnya.

Di rumah tersebut, Pheng Chun tinggal bersama istri dan seorang anaknya yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Sehari-hari, tidak terlihat menonjol."Tidak ada yang menonjol dan tidak ada tamu yang datang pakai mobil mewah terlihat mencolok. Sama warga sekitar dia juga suka menyapa dan ramah, walau seperlunya. Biasa saja," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Penggerebekan 165 Kilogram...
Penggerebekan 165 Kilogram Sabu-sabu di Aceh Barat
Pabrik Sabu di Karawaci,...
Pabrik Sabu di Karawaci, Polisi Ungkap Tersangka Sering Pindah-pindah Tempat
Jaringan Narkoba Internasional...
Jaringan Narkoba Internasional Incar Perairan Batam, Penyelundupan Sabu Hampir 3 Kg Digagalkan
Polres Muba Sikat Empat...
Polres Muba Sikat Empat Pengedar Narkoba
Fakta Buruk Tentang...
Fakta Buruk Tentang Sabu, Barang Bukti Millen Cyrus
Satuan Narkoba Polrestro...
Satuan Narkoba Polrestro Depok Amankan Sabu Sebanyak 46 Kilogram
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
38 menit yang lalu
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
50 menit yang lalu
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
2 jam yang lalu
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
3 jam yang lalu
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
4 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved