DKI Belum Putuskan Tarif dan Operator LRT Velodrome-Kelapa Gading
Selasa, 07 Agustus 2018 - 09:44 WIB
DKI Belum Putuskan Tarif dan Operator LRT Velodrome-Kelapa Gading
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan besaran tarif dan operator kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) DKI Jakarta fase I (Velodrome-Kelapa Gading). Keputusan tarif dan operator ada di tangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Direktur PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, rencana rapat pimpinan terbatas (Rapimtas) perihal putusan tarif dan operator LRT yang direncakan Senin, 6 Agustus 2018 kemarin ditunda pada Selasa (7/8/2018). Dia enggan menjelaskan apa alasan penundaan tersebut dan memilih menghindari pertanyaan.
"Kami masih membahasnya. Keputusan ada dipimpinan. Kebetulan rapat pimpinan ditunda," kata Allan saat ditemui usai menggelar rapat LRT di ruang rapat biro perekonomian DKI Jakarta lantai 12 Gedung Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.
Kepala Unit Pengelola (UP) LRT Dinas perhubungan DKI Jakarta, Emanuel Kristianto yang ikut hadir dalam rapat tersebut menuturkan, pembahasan saat ini masih perihal kesiapan siapa yang mengoperasikan."Keputusan akan diambil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam rapimtas yang dijadwalkan ulang pada Selasa (7/8/2018)," tuturnya.
Emanuel menambahkan, saat ini pihaknya bersama dengan PT LRT anak Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) masih berupaya agar LRT beroperasi sebelum Asian Games. "Tarif juga belum tahu berapa angkanya. Nanti kita lihat dalam rapimtas," ujarnya singkat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, keputusan mengenai operator dan tarif menunggu hasil rapimtas. Menurutnya, semua sudah siap. Namun memang ada beberapa aspek perizinan dan operasional yang harus dipastikan terlebih dahulu.
"Keinginanya sih dipakai saat Asian Games. Kita lihat dulu nanti uji cobanya," ucapnya.
Direktur PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, rencana rapat pimpinan terbatas (Rapimtas) perihal putusan tarif dan operator LRT yang direncakan Senin, 6 Agustus 2018 kemarin ditunda pada Selasa (7/8/2018). Dia enggan menjelaskan apa alasan penundaan tersebut dan memilih menghindari pertanyaan.
"Kami masih membahasnya. Keputusan ada dipimpinan. Kebetulan rapat pimpinan ditunda," kata Allan saat ditemui usai menggelar rapat LRT di ruang rapat biro perekonomian DKI Jakarta lantai 12 Gedung Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.
Kepala Unit Pengelola (UP) LRT Dinas perhubungan DKI Jakarta, Emanuel Kristianto yang ikut hadir dalam rapat tersebut menuturkan, pembahasan saat ini masih perihal kesiapan siapa yang mengoperasikan."Keputusan akan diambil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam rapimtas yang dijadwalkan ulang pada Selasa (7/8/2018)," tuturnya.
Emanuel menambahkan, saat ini pihaknya bersama dengan PT LRT anak Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) masih berupaya agar LRT beroperasi sebelum Asian Games. "Tarif juga belum tahu berapa angkanya. Nanti kita lihat dalam rapimtas," ujarnya singkat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, keputusan mengenai operator dan tarif menunggu hasil rapimtas. Menurutnya, semua sudah siap. Namun memang ada beberapa aspek perizinan dan operasional yang harus dipastikan terlebih dahulu.
"Keinginanya sih dipakai saat Asian Games. Kita lihat dulu nanti uji cobanya," ucapnya.
(whb)