PMI Solo Kirim Tim Medis Bantu Korban Gempa Lombok

Senin, 06 Agustus 2018 - 15:45 WIB
PMI Solo Kirim Tim Medis...
PMI Solo Kirim Tim Medis Bantu Korban Gempa Lombok
A A A
SOLO - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo mengirimkan tim medis dan obat-obatan guna membantu korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tengggara Barat (NTB), Senin (6/8/2018). Tim berangkat melalui jalur darat dan berada di lokasi bencana selama tujuh hari.

Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto mengatakan, tim diberangkatkan sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka membawa dua unit kendaraan, yaitu ambulans dan mobil operasional double cabin. "Ada 11 personel yang diberangkatkan untuk tugas di sana selama tujuh hari," kata Sumartono Hadinoto di Solo, Jawa Tengah, seusai pemberangkatan tim ke Lombok, Senin (6/8/2018).

Personel yang berangkat terdiri dari dua dokter, tiga perawat, satu apoteker, lima orang rescuer, dan sychosocial support program. Sychosocial support program dibutuhkan guna memantau kondisi kejiwaan para korban bencana. "Seluruh tim berangkat melalui jalur darat karena membawa dua unit kendaraan," katanya. (Baca juga: Lombok Diguncang Gempa 7.0 SR, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami )

Tim diperkirakan sampai di lokasi Rabu (8/8/2018) karena jalur darat via jalan tol cukup cepat. "Tapi kami terus koordinasi dengan PMI pusat karena Pelabuhan Ketapang informasinya belum dibuka karena ombak masih tinggi," katanya. Jika mendekati Pelabuhan Ketapang ternyata belum dibuka, maka personel tim medis enam orang akan naik pesawat terbang ke Mataram, sehingga diharapkan bisa secepatnya membantu korban.

Untuk penempatan di lokasi bencana, nanti berkoordinasi dengan PMI pusat dan PMI Jawa Tengah. Sebab, mereka sebelumnya telah berada di lokasi sejak bencana terdahulu, sehingga titik mana saja yang perlu dibantu atau kekurangan personel lebih mengetahui.

Tim akan bertugas selama tujuh hari. Jika masih diperlukan, maka bisa diperpanjang. Seperti ketika bencana di Aceh, PMI Solo bertugas sampai 1,5 bulan. Namun personelnya akan diganti karena bertugas selama sepekan tentunya akan kelelahan. Khususnya saat awal bencana, membutuhkan energi yang sangat besar karena yang perlu dibantu sangat banyak. Obat-obatan yang dibawa antara lain penyakit yang biasanya muncul setelah bencana, seperti ispa, influenza, gatal-gatal, dan antibiotik. (Baca juga: Korban Tewas Gempa Lombok Capai 91 Orang )
(amm)
Berita Terkait
Bantuan Kemanusiaan...
Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama Pemerintah Indonesia Tiba di Gaziantep
Gerak Cepat, BNI Bantu...
Gerak Cepat, BNI Bantu Korban Gempa Mamuju
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
Bupati Pasaman Ngamuk...
Bupati Pasaman Ngamuk di Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi
Saudi Kirim Lebih Banyak...
Saudi Kirim Lebih Banyak Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Turki-Suriah
Bantuan Kemanusiaan...
Bantuan Kemanusiaan Gelombang Kedua Pemerintah Indonesia Tiba di Turki
Berita Terkini
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
22 menit yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
22 menit yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
54 menit yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
1 jam yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
2 jam yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
3 jam yang lalu
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved