Puluhan Napi Buat Sumur Bor di Kawasan Rawan Kekeringan
Rabu, 01 Agustus 2018 - 13:44 WIB
Puluhan Napi Buat Sumur Bor di Kawasan Rawan Kekeringan
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Puluhan narapidana penghuni Lapas Klas IIB Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng jelang peringatan 17 Agustus 2018, menggelar kegiatan sosial di luar Lapas.
Kegiatan tersebut di antaranya, membuat sumur bor, pembuatan lapangan tenis, perbaikan kamar mandi, pembersihan gorong-gorong dan pembersihan halaman masjid disejumlah lokasi di Pangkalan Bun, Rabu (1/8/2018).
Kegiatan ini bertema 'Bhakti Kepada Negeri Merah Putih Narapidana'. Dari 30 narapidana yang kita ikut sertakan kegiatan di luar Lapas ini sudah melalui penilaian yang cukup ketat.
Syarat wajibnya sudah menjalani minimal 1/2 dari vonis atau hukuman. Kemudian berperilaku baik dan siap bekerjasama di luar lapas, serta memiliki keahlian yang sesuai kegitan yang akan dilakukan.
"Yang pasti napi yang bisa berkerjasama dan tidak mungkin kabur," ujar Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun, Kusnan didampingi Kasi Binadik dan Giatja, Penihadi di lokasi pembuatan sumur bor di Jalan Landak Kelurahan Sidorejo, Rabu (1/8/2018) siang.
Ia melanjutkan, kegiatan sosial ini merupakan instruksi dari Kementerian Hukum dan HAM. Di mana para napi diminta terlibat untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
Supaya saat keluar lapas sudah bisa langsung berinterkasi dengan masyarakat umum. "Ini juga sebagai bekal mereka supaya pada saat keluar lapas nanti bisa langsung berbaur dengan masyarakat," katanya.
Sementara itu, seorang napi, AS yang turut serta dalam kegiatan sosial ini merasa bangga bisa terpilih dalam kegiatan di luar Lapas. Sebab persyaratan bisa keluar lapas untuk kegiatan sosial ini dilakukan melalui sejumlah tes atau assesment.
"Alhamdulillah saya dipercaya sama kalapas untuk ikut menjadi bagian pesertanya. Karena tidak semua napi bisa keluar Lapas seperti ini. Yang paling penting adalah untuk tidak mencoba kabur. Karena saya sudah lebih dari separo menjalani hukuman di Lapas, ngapain juga kabur. Ini saya jadikan latihan untuk persiapan jika saya nanti sudah keluar lapas dan bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan tersebut di antaranya, membuat sumur bor, pembuatan lapangan tenis, perbaikan kamar mandi, pembersihan gorong-gorong dan pembersihan halaman masjid disejumlah lokasi di Pangkalan Bun, Rabu (1/8/2018).
Kegiatan ini bertema 'Bhakti Kepada Negeri Merah Putih Narapidana'. Dari 30 narapidana yang kita ikut sertakan kegiatan di luar Lapas ini sudah melalui penilaian yang cukup ketat.
Syarat wajibnya sudah menjalani minimal 1/2 dari vonis atau hukuman. Kemudian berperilaku baik dan siap bekerjasama di luar lapas, serta memiliki keahlian yang sesuai kegitan yang akan dilakukan.
"Yang pasti napi yang bisa berkerjasama dan tidak mungkin kabur," ujar Kalapas Klas IIB Pangkalan Bun, Kusnan didampingi Kasi Binadik dan Giatja, Penihadi di lokasi pembuatan sumur bor di Jalan Landak Kelurahan Sidorejo, Rabu (1/8/2018) siang.
Ia melanjutkan, kegiatan sosial ini merupakan instruksi dari Kementerian Hukum dan HAM. Di mana para napi diminta terlibat untuk bersosialisasi dengan masyarakat.
Supaya saat keluar lapas sudah bisa langsung berinterkasi dengan masyarakat umum. "Ini juga sebagai bekal mereka supaya pada saat keluar lapas nanti bisa langsung berbaur dengan masyarakat," katanya.
Sementara itu, seorang napi, AS yang turut serta dalam kegiatan sosial ini merasa bangga bisa terpilih dalam kegiatan di luar Lapas. Sebab persyaratan bisa keluar lapas untuk kegiatan sosial ini dilakukan melalui sejumlah tes atau assesment.
"Alhamdulillah saya dipercaya sama kalapas untuk ikut menjadi bagian pesertanya. Karena tidak semua napi bisa keluar Lapas seperti ini. Yang paling penting adalah untuk tidak mencoba kabur. Karena saya sudah lebih dari separo menjalani hukuman di Lapas, ngapain juga kabur. Ini saya jadikan latihan untuk persiapan jika saya nanti sudah keluar lapas dan bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat," pungkasnya.
(nag)