Aktivis Lingkungan Tagih Pencanangan Kali Brantas Bebas Popok 2020

Selasa, 31 Juli 2018 - 21:54 WIB
Aktivis Lingkungan Tagih...
Aktivis Lingkungan Tagih Pencanangan Kali Brantas Bebas Popok 2020
A A A
SURABAYA - Kampanye "Kali Brantas bebas Popok 2020", terus digulirkan. Setelah aksi memungut popok di aliran Sungai Kali Surabaya, kali ini sejumlah aktivis pecinta lingkungan bersama Ecoton melanjutkan aksinya di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (31/7/2018). Mereka menagih janji pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, produsen, masyarakat serta kementerian terkait yang telah sepakat untuk ikut mendeklarasian serta mencanangkan "Kali Brantas bebas Popok 2020".

Dalam aksinya mereka membawa miniatur ikan raksasa yang disimulasikan keracunan popok bayi. Mulut ikan digambarkan seolah sedang memakan popok yang terurai di sungai.

Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi mengatakan, sudah setahun berlalu dan 365 juta popok sekali pakai terbuang ke Sungai Brantas, namun pemerintah provinsi dan kementerian tidak juga menyikapi masalah ini dengan serius.

“Ketidakseriusan pemerintah membahayakan lebih dari kehidupan keberlangsungan hidup 21 jenis ikan yang hidup di Kali Brantas dan lebih dari 3 juta konsumen PDAM,” katanya.

Tim peneliti Ecoton, Andreas Agus Kristanto Nugroho menambahkan, sampah popok sekali pakai yang masuk ke Kali Brantas terurai dan menjadi ancaman baru. Microfiber dan mikroplastik menjadi ancaman baru bagi ikan dan konsumen PDAM.

“Dalam Isi perut 80% ikan yang kami teliti diantaranya, ikan nila, jendil, rengkik, keting, bayer merah dan bader putih, ditemukan mikroplastik dan mikro fiber,” terang Andreas.

Pegiat lingkungan tersebut juga menuntut pada pemerintah agar serius mengatasi permasalahan popok sekali pakai. Beberapa tuntutan tersebut diantaranya, secepatnya pemerintah melakukan pembersihan popok sekali pakai di kali Brantas, melakukan patroli rutin di sungai dan menindak pembuang sampah popok sekali pakai ke sungai serta menyediakan fasilitas dropping point (droppo) dan pengangkutan.
(sms)
Berita Terkait
Kritis Pencemaran Lingkungan
Kritis Pencemaran Lingkungan
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Anggap Ganggu Kesehatan,...
Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Kendalikan Pencemaran...
Kendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, MIND ID dan KLHK Bersinergi
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
39 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
42 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
42 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
54 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
AS Klaim F-35 sebagai...
AS Klaim F-35 sebagai Jet Tempur Tercanggih, namun Jatuh 11 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved