5 Pemda di Jabar Dipatok Masuk 10 Besar Penilaian EKPPD Tingkat Nasional
Senin, 23 Juli 2018 - 14:40 WIB
5 Pemda di Jabar Dipatok Masuk 10 Besar Penilaian EKPPD Tingkat Nasional
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat menargetkan lima pemerintah daerah (pemda) di Jabar masuk dalam 10 besar penilaian evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKKPD) tahun 2018.
Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, mengacu pada hasil pemeringkatan EKPPD 2017 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) pemda se-Jabar tahun 2016, diketahui bahwa 26 pemda di Jabar memperoleh status sangat tinggi.
Hal itu telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100-53 2018 tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional.
"Dua pemda kabupaten/kota di antaranya masuk peringkat 10 besar nasional, yakni Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Kota Bandung," sebut Iwa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (23/7/2018).
Sementara untuk penilaian EKPPD tingkat provinsi, lanjut Iwa, Pemprov Jabar mendapatkan penilaian sangat tinggi dan berhasil meraih peringkat kedua tingkat nasional dan berhasil mempertahankan prestasi tersebut selama tiga tahun berturut-turut.
"Bahkan tahun lalu Jabar telah mendapatkan tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha," katanya.
Mengacu pada prestasi tersebut, Pemprov Jabar tahun ini menargetkan lima pemda dari 26 kabupaten/kota yang telah mendapatkan penilaian sangat tinggi menembus peringkat 10 besar penilaian EKPPD tingkat nasional.
"Kecuali Pemda Pangandaran yang tidak dinilai karena masih dianggap sebagai daerah otonomi baru," ujar Iwa.
Khusus untuk Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Kota Bandung yang telah masuk peringkat 10 besar nasional dua tahun berturut-turut, Iwa berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan. "Sehingga dapat diusulkan untuk menerima penghargaan tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha," katanya.
Meski target peningkatan peringkat status penilaian EKPPD cukup berat, Iwa juga berharap hal ini menjadi motivasi bagi jajaran pemda di Jabar untuk meningkatkan kinerjanya demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, sekaligus menghadirkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Jabar.
Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, mengacu pada hasil pemeringkatan EKPPD 2017 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) pemda se-Jabar tahun 2016, diketahui bahwa 26 pemda di Jabar memperoleh status sangat tinggi.
Hal itu telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100-53 2018 tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional.
"Dua pemda kabupaten/kota di antaranya masuk peringkat 10 besar nasional, yakni Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Kota Bandung," sebut Iwa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (23/7/2018).
Sementara untuk penilaian EKPPD tingkat provinsi, lanjut Iwa, Pemprov Jabar mendapatkan penilaian sangat tinggi dan berhasil meraih peringkat kedua tingkat nasional dan berhasil mempertahankan prestasi tersebut selama tiga tahun berturut-turut.
"Bahkan tahun lalu Jabar telah mendapatkan tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha," katanya.
Mengacu pada prestasi tersebut, Pemprov Jabar tahun ini menargetkan lima pemda dari 26 kabupaten/kota yang telah mendapatkan penilaian sangat tinggi menembus peringkat 10 besar penilaian EKPPD tingkat nasional.
"Kecuali Pemda Pangandaran yang tidak dinilai karena masih dianggap sebagai daerah otonomi baru," ujar Iwa.
Khusus untuk Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Kota Bandung yang telah masuk peringkat 10 besar nasional dua tahun berturut-turut, Iwa berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan. "Sehingga dapat diusulkan untuk menerima penghargaan tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha," katanya.
Meski target peningkatan peringkat status penilaian EKPPD cukup berat, Iwa juga berharap hal ini menjadi motivasi bagi jajaran pemda di Jabar untuk meningkatkan kinerjanya demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, sekaligus menghadirkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Jabar.
(zik)