Ridwan Kamil Minta Koperasi di Bandung Berbasis Digital

Senin, 23 Juli 2018 - 07:57 WIB
Ridwan Kamil Minta Koperasi...
Ridwan Kamil Minta Koperasi di Bandung Berbasis Digital
A A A
BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta koperasi di Bandung bertransformasi dari manajemen konvensional menjadi berbasis digital, agar bisa bersaing dengan perusahaan lainnya.

"Kalau mau sukses, koperasi harus mengikuti perkembangan zaman. Jangan ada anggapan perusahaan nonkoperasi canggih-canggih, tapi koperasi jadul. Manajemennya harus (bertransformasi) digital atau online," kata Ridwan Kamil, Minggu (22/7/2018).

Menurut dia, bila manajemen koperasi masih jadul atau konvensional, daya saing koperasi akan kurang maksimal. Transformasi koperasi akan mengurangi kemungkinan tersingkirkan dari persaingan usaha.

"Karena koperasi sebenarnya cara ekonomi yang paling bagus. Ekonomi merata, tidak ada yang kaya sendiri, tidak ada miskin yang ditinggalin sendirian, semua berdaya bersama. Koperasi dimiliki bersama, berbeda dengan PT yang dimiliki sebagian orang," tegas pria yang akrab disapa Emil ini.

Di Kota Bandung, dari 2.500 koperasi, hanya sekitar 570 koperasi yang aktif. Sisanya mati suri. Kondisi itu mestinya menjadi evaluasi bagi koperasi untuk mencari terobosan agar bisa bersaing.

Lanjut Emil, walaupun nanti menduduki posisi Gubernur Jabar, dia akan memantau dan menitipkan agar koperasi di Bandung mendapat perhatian. "Saya titip lima tahun ke depan, jadikan koperasi di Bandung koperasi digital paling canggih. Dari administrasi, penjualan, dan lainnya. Bagaimana (koperasi) memiliki website, terima pesanan online, dan bikin aplikasi untuk produknya."

Menurut Emil, jangan sampai tingginya transaksi online di Kota Bandung yang diperkirakan mencapai 20 juta transaksi per tahun, tak dinikmati anggota koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung Priatna Wirasaputra mengatakan, di Kota Bandung jumlah koperasi yang sehat mencapai 570 unit. Jumlah tersebut naik 16 koperasi dari 2017.

"Saat ini, total aset koperasi yang aktif di Bandung mencapai Rp13 triliun. Dengan aset sebesar itu, keberadaan koperasi dapat diandalkan untuk kemajuan ekonomi masyarakat," kata Priatna.
(zik)
Berita Terkait
Mulai Bulan Mei Pemkot...
Mulai Bulan Mei Pemkot Bandung akan Terapkan Braga Free Vehicle
Pemkot Bandung Ungkap...
Pemkot Bandung Ungkap Kemungkinan PSBB di Bandung Raya
Vaksinasi Covid-19 Tenaga...
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Pendidik Kota Bandung Mencapai 50 Persen
Oded: Ramadhan dan Pandemi,...
Oded: Ramadhan dan Pandemi, Inovasi Tak Boleh Berhenti
Pemkot Bandung Segera...
Pemkot Bandung Segera Cari Solusi Penanganan Kebun Binatang Bandung
Pulihkan Ekonomi dengan...
Pulihkan Ekonomi dengan Akselerasi Revolusi Industri 4.0
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
14 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
14 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
17 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved