Oknum Polisi Diduga Mencoba Perkosa Janda, Kapolres Blitar: Hanya Memaksa Masuk Rumah Orang

Kamis, 12 Juli 2018 - 18:43 WIB
Oknum Polisi Diduga...
Oknum Polisi Diduga Mencoba Perkosa Janda, Kapolres Blitar: Hanya Memaksa Masuk Rumah Orang
A A A
BLITAR - Seorang oknum anggota Polres Blitar berinisial ES digunjingkan diduga berupaya memperkosa seorang janda di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.Kasak kusuk itu pertama kali mencuat di media sosial.Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha pun membenarkan oknum polisi itu anak buahnya. Namun dia menyangkal tudingan perbuatan percobaan perkosaan.Oknum polisi itu kata Anisullah hanya memaksa masuk rumah orang lain dimana pemiliknya tidak mengizinkan."Yang terjadi adalah masuk ke dalam rumah orang dan orangnya tidak mengizinkan. Jangan berpersepsi seperti di medsos, apalagi sampai ada istilah percobaan pemerkosaan," beber Anisullah kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).
Namun yang beredar di medsos oknum polisi berinisial ES diduga mencoba merenggut kehormatan WN (39). Insiden terjadi pada 5 Juli 2018 di rumah WN yang sekaligus toko baju (ruko). WN memberontak. Teriakan WN didengar SL, salah satu anaknya yang baru pulang mengaji sore hari.

Gagal meluapkan hasratnya ES naik pitam dan terarah ke SL. Bahkan pakaian yang dikenakan SL juga dikoyak koyak. Mendengar itu FT (20) anak sulung WN yang baru datang, langsung meminta ibu dan adiknya masuk kamar lalu mengunci dari dalam.

FT khawatir ES yang tertidur di salah satu ruangan akan mengulangi perbuatanya. Sebab dia mencium aroma alkohol. Karenanya FT juga memutuskan melapor ke Polsek Kesamben. Menurut Anisullah, ES masih dalam pemeriksaan. Namun pemeriksaan tersebut lebih terkait persoalan etika. Bukan menyangkut percobaan perkosaan yang dituduhkan.

Dia menambahkan informasi yang beredar di media sosial hanya bersifat sepihak. Apalagi pihak yang menyampaikan info tidak langsung mengetahui kejadian. "Apa yang beredar di media sosial hanya sepihak," sebutnya.

Sadewa warga Blitar berharap kasus yang terjadi diungkap sebenar benarnya. Dia tidak berharap ada pengaburan informasi hanya karena pelakunya diduga oknum polisi. Kendati demikian Sadewa memuji langkah aparat kepolisian yang merespons cepat informasi di masyarakat.

"Dengan respons cepat serta tindak lanjut pemeriksaan, tentu aparat kepolisian patut diapresiasi," ujarnya.
(vhs)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Maklumat Pencegahan...
Maklumat Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual
Aksi Teatrikal Setop...
Aksi Teatrikal Setop Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
SMK Waskito Pamulang...
SMK Waskito Pamulang Beri Sanksi Tegas Terduga Pelaku Pelecehan Siswi
Prihatin Kasus Pelecehan...
Prihatin Kasus Pelecehan Seksual Marak, Coach Rheo: Pesona Seks Kalahkan Akal Sehat
Berita Terkini
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
44 menit yang lalu
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
1 jam yang lalu
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
1 jam yang lalu
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
3 jam yang lalu
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
3 jam yang lalu
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved