Cuaca Dingin Landa Yogyakarta, Suhu Mencapai 18 Derajat Celcius

Jum'at, 06 Juli 2018 - 16:49 WIB
Cuaca Dingin Landa Yogyakarta,...
Cuaca Dingin Landa Yogyakarta, Suhu Mencapai 18 Derajat Celcius
A A A
YOGYAKARTA - Dalam beberapa hari ini cuaca dingin melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada malam hari suhu paling dingin di Yogyakarta bisa mencapai 18 derajat Celcius.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY Djoko Budiyono mengatakan saat ini DIY memasuki musim kemarau yang ditandai dengan suhu dingin, utamanya di malam hari. Pada musim kemarau seperti ini, energi panas matahari yang terpantul dari bumi langsung hilang ke atmosfer karena rendahnya kandungan uap air di udara.

Kondisi ini diperparah adanya angin Australia yang berifat kering dan dingin. "Saat ini suhu udara minimum yang tercatat di Staisun Kilomatologi Mlati mencapai 18 derajat Celcius," katanya dalam pres rilis yang diterima SINDOnews Jumat (6/07/2018).

Anang,41, warga Dlingo, Bantul menyebut cuaca malam hari di wilayahnya sangat dingin. Kondisi cuaca dingin ini menyebabkan pengunjung wisata di kawasan hutan pinus di Dlingo menurun. "Mungkin karena cuaca sangat dingin dalam beberapa hari ini ini objek wisata hutan pinus yang buka di malam hari pengujungnya tidak sebanyak hari-hari biasa," ujarnya.

Cuaca dingin juga berdampak pada budidaya ikan. Kasi Produksi Budidaya Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Wakhid PS menyebut cuaca dingin seperti ini akan mempengaruhi tingkat produksi ikan. "Kalau suhunya dingin nafsu makan ikan turun. Selain itu suhu dingin mempercepat pertumbuhan jamur yang menganggu kesehatan ikan," katanya.

Petani ikan menurut Wakhid sudah paham dengan kondisi semacam ini. Langkah yang mereka lakukan biasanya mengurangi pakan yang diberikan. Petani ikan juga paham jika cuaca dingin menyebabkan masa panen mundur. "Ikan lela biasanya dipanen pada usia 50 hari, namun dalam cuaca dingin bisa mundur hingga usia 70 hari," katanya. Petani biasanya juga akan menunda menunda untuk menebar benih ikan.
(amm)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
51 menit yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
1 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
2 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
10 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
10 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
10 jam yang lalu
Infografis
Pemanasan Global, Suhu...
Pemanasan Global, Suhu Panas Bumi Naik 1,5 Derajat Celcius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved