Antrean E-KTP Meningkat, Risma Tambah Alat Perekaman

Jum'at, 06 Juli 2018 - 01:02 WIB
Antrean E-KTP Meningkat,...
Antrean E-KTP Meningkat, Risma Tambah Alat Perekaman
A A A
SURABAYA - Volume antrean warga Surabaya, Jawa Timur yang melakukan perekaman dan pencetakan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) mengalami peningkatan tajam. Situasi ini membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menambah jumlah alat perekaman dan cetak e-KTP.

Pembludakan itu terlihat ketika Risma memantau langsung jalannya proses perekaman dan pencetakan e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang terletak di Mal Pelayanan Publik Siola, Kamis (5/7/2018).

Sehari sebelumnya, Risma juga melakukan kunjungan di Kantor Dispendukcapil guna mengetahui langsung adanya kendala yang dihadapi, agar bisa segera dilakukan evaluasi untuk mempercepat proses kepengurusan KTP elektronik.

Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan upaya guna memaksimalkan pelayanan kepengurusan e-KTP. Beberapa kendala pun segera dilakukan evaluasi guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada warganya. Bahkan, dalam kunjungannya di Kantor Dispendukcapil Siola, ia langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan penambahan komputer dan printer guna mendukung proses percepatan pengurusan e-KTP.

"Alat kita terbatas, ini kita mengambil beberapa dari kecamatan, sambil nanti kita lakukan pengadaan sendiri untuk finger dan iris mata. Kita juga akan adakan untuk printer," katanya.

Selain keterbatasan alat yang menyebabkan meningkatnya volume antrian di Kantor Dispendukcapil Siola, Risma mengungkapkan proses validasi data pun juga harus dilakukan untuk mencocokan data dengan pemerintah pusat agar diketahui data warga tersebut tidak dalam kondisi ganda.

“Sehingga kalau double (ganda) itu pasti susah untuk ngeluarinnya (E-KTP). Buktinya kalau yang ndak ada masalah, lancar,” imbuhnya.

Kendati demikian, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menuturkan pihaknya akan terus berupaya agar poses perekaman hingga pencetakan e-KTP warga Kota Surabaya ini bisa lebih dipercepat. “Hari ini kita juga sudah kirim surat ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk short cardnya, Insya allah, nanti kita akan lebih cepat, kita akan nambah lima unit (alat E-KTP)," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Suharto Wardoyo mengatakan, meningkatnya jumlah volume antrean warga untuk menggurus e-KTP di Dispendukcapil Siola, disebabkan beberapa faktor, seperti kurangnya alat pencetak e-KTP, dan semakin bertambahnya warga yang baru berusia 17 tahun. Selain itu, adanya data ganda kependudukan juga menjadikan faktor meningkatnya volume antrean.

“Perekaman e-KTP rata-rata perhari mencapai 488. Jadi cukup banyak, karena masa libur sekolah. Banyak juga yang baru berusia 17 tahun melakukan perekaman E-KTP,” ujar Anang, panggilan akrabnya.

Dari 18 kecamatan yang memiliki alat cetak e-KTP ada beberapa diantaranya yang memang mengalami kerusakan. Sehingga harus dilakukan perbaikan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini juga menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlahnya antrian warga menggurus e-KTP di Kantor Dispendukcapil Siola.

“Mulai bulan Juli ini kita giatkan perekaman e-KTP semalam, termasuk cetak E-KTP juga kita giatkan, sehingga masyarakat bisa tuntas untuk mendapatkan KTP elektronik,” imbuhnya.

Anang menambahkan, saat ini pihaknya akan menuntaskan sebanyak 39.547 ribu e-KTP yang siap cetak. Selain akan melakukan penambahan alat, pihaknya juga telah menerapkan tiga shift kerja untuk mempercepat proses pencetakan e-KTP tersebut.
(rhs)
Berita Terkait
Giliran Menyapa Pelajar...
Giliran Menyapa Pelajar SD, Risma Mengajak Bernyanyi
Setelah Lengser, Jadi...
Setelah Lengser, Jadi Mendikbud atau Mensos? Ini Jawaban Risma
Lewat Bu Mantik, Cara...
Lewat Bu Mantik, Cara Surabaya Atasi Aksi Terorisme
Tanaman Langka Bunga...
Tanaman Langka Bunga Lampion Tumbuh Subur di Surabaya
Jampersal Tekan Kematian...
Jampersal Tekan Kematian Ibu Hamil saat Bersalin
Risma Minta Jembatan...
Risma Minta Jembatan Joyoboyo Bisa Kelar November, Ada Apa?
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
1 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
6 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
6 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
6 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
6 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
7 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Obat Penenang...
Penjualan Obat Penenang di Israel Meningkat sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved