ASN Maju Caleg, Syaratnya Harus Mundur

Rabu, 04 Juli 2018 - 17:24 WIB
ASN Maju Caleg, Syaratnya...
ASN Maju Caleg, Syaratnya Harus Mundur
A A A
BLITAR - Pemkab Blitar melarang keras aparatur sipil negara (ASN) maju sebagai caleg pada Pileg 2019 nanti. Bagi ASN yang berniat maju, syaratnya cuma satu, mundur sebagai ASN

Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Totok Subihandono mengatakan, aturan larang ASN berpolitik praktis sudah sangat jelas. "(ASN) wajib mundur. Aturannya sudah jelas, " tegas Totok Subihandono kepada wartawan, Rabu (4/7/2018)

Nah, larangan sekaligus keharusan mundur itu berlaku bagi seluruh ASN. Tidak terkecuali kepala desa (kades) dan perangkatnya. Ketika gagal menjadi anggota legislatif maka aturanya juga sudah tegas tidak bisa kembali menjadi ASN.

Totok juga mengatakan telah mendengar informasi ada ASN di tingkat kecamatan yang berminat mendaftar caleg.Entah serius atau tidak, yang bersangkutan sudah melakukan komunikasi dengan partai politik tertentu. Terkait itu pihaknya perlu mengingatkan ulang adanya aturan yang berlaku. "Termasuk kades dan perangkatnya juga harus mundur jika mendaftar caleg," beber Totok.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Blitar Anik Wahyuningsih mengatakan partainya tidak akan menerima sembarang bakal calon legislatif.Bagi pendaftar yang tidak memenuhi ketentuan tentu akan ditolak.Golkar kata dia memahami aturan yang berlaku, termasuk aturan main ASN. Yang bersangkutan (ASN) dipastikan diminta mundur saat pengisian formulir pencalegan."Partai kami memahami aturan. Kalau ada ASN yang nyaleg tentu harus mundur dulu, " ujarnya.Anik juga tidak membantah ada ASN di jajaran kecamatan yang berminat maju sebagai caleg lewat partainya. Namun sejauh ini yang bersangkutan masih berkonsultasi soal tata cara.
Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah membenarkan bakal caleg yang berstatus ASN, kades, pegawai BUMN, BUMD, TNI/Polri harus menunjukkan dokumen keterangan mengundurkan diri yang disetujui atasan.

Batas akhir dimilikinya surat undur diri itu hingga H-1 penetapan daftar caleg tetap (DCT), yakni sekitar bulan September 2018. "Kalau sampai batas akhir tidak mampu menunjukkan tentu akan dicoret, " ujarnya. Seperti diketahui tahapan Pileg 2019 dimulai pendaftaran parpol ke KPU, yakni mulai 4-17 Juli 2018.
(vhs)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
41 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
53 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved