Tak Mau Kecolongan, DKI Intensifkan Pengawasan Transportasi Laut
Rabu, 04 Juli 2018 - 15:20 WIB
Tak Mau Kecolongan, DKI Intensifkan Pengawasan Transportasi Laut
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengintensifkan pengawasan terhadap transportasi laut. Kapal-kapal penyeberangan dan angkutan barang di dermaga mulai diperiksa secara intensif.
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengakui, pengecekan digencarkan agar tidak kecolongan. Pengecekan dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu oleh petugas dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Dinas Perhubungan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, TNI dan Polri.
"Kualitas kapal kita cek, apakah sesuai dan layak. Bila ada yang rusak, maka akan kami sanksi, salah satunya tidak boleh bersandar di pelabuhan kami," ucap Andri kepada KORAN SINDO, Rabu (4/7/2018).
Selain itu, petugas dilanjutkan Andri kian ketat melakukan pengawasan. Surat Persetujuan Berlayar (SPB) baru akan diperbolehkan keluar setelah adanya manifesto penumpang yang disesuaikan dengan penumpang dan kapasitas angkut kapal serta jaket keselamatan.
"Kami juga telah meminta jaga kebersihan. Kedepannya mungkin akan kita buat aturan dilarang merokok dalam kapal, ini berbahaya," ucap Andri. (Baca juga: Penjelasan Kapendam Jaya Soal Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu )
Sementara mengenai uji kir kapal yang dilakukan setiap tahun. Andri mengakui, setahun terakhir pihaknya juga intensif melakukan pengecekan. Beberapa kapal penumpang kemudian ditolak untuk berlayar lantaran uji kirnya belum update atau ada.
"Secara otomatis dia tidak boleh angkut penumpang dong," ucap Andri yang mengatakan Syahbandar Jakarta bakal melarang kapal beroperasi.
Hal serupa dilakukan Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah. Ia mengatakan, kecelakaan kapal di perairan Indonesia menjadi atensi pihaknya. Selain memperketat Pelabuhan Angke dan Marina. Kepualauan Seribu juga memperketat pelabuhan dan dermaganya.
Bahkan beberapa waktu lalu, Irmansyah mengaku melakukan sidak di beberapa dermaga di kawasan Pulau Pramuka, Untung Jawa, hingga Pulau tidung. Di tempat itu, ia memeriksa detail jaket keselamatan, kondisi mesin kapal, hingga alur keselamatan penumpang.
"Kita pasang plang di beberapa dermaga, meminta penumpang pro aktif dan mengingatkan agar meminta jaket keselamatan dan menggunakannya saat berlayar dan menyebrang," ucap Irman.
Sementara mengenai pemetaan kondisi bawah laut, Irman mengakui pihaknya belum melakukan hal itu. Namun dirinya yakin dengan teknik dan peralatan kapal yang kian modern, pemataan akan terlihat melalui GPS kapal. Sehingga alur kapal termonitor.
"Polisi dan TNI juga membantu kami dalam patroli di jalur perhubungan kapal. Insya allah, bila melengkapi dan taat aturan, semuanya selamat," ucapnya.
Kini untuk mengantisipasi kecelakaan. Irmansyah mengakui pihaknya telah merangkul semua pemilik kapal, petugas keamanan dan keselamatan. Mereka kemudian digabungkan dalam sebuah grup medsos agar informasi tersedia.
Cara ini untuk mengetahui bagaimana agar informasi cuaca, angin, serta ombak dapat termonitor. Termasuk upaya keselamatan, bila nantinya kapal harus menepi menghindari ombak besar, bahkan tidak berlayar karena kondisi cuaca buruk.
"Informasi sekecil apapun termasuk ombak dan cuaca disampaikan. Dan saya selalu mengingatkan agar tidak mengambil resiko tinggi, sebab kami tegas bila ada yang melanggar," tutupnya. (Baca juga: Korban Tewas Tenggelamnya KM Lestari Maju Jadi 20 Orang )
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengakui, pengecekan digencarkan agar tidak kecolongan. Pengecekan dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu oleh petugas dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Dinas Perhubungan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, TNI dan Polri.
"Kualitas kapal kita cek, apakah sesuai dan layak. Bila ada yang rusak, maka akan kami sanksi, salah satunya tidak boleh bersandar di pelabuhan kami," ucap Andri kepada KORAN SINDO, Rabu (4/7/2018).
Selain itu, petugas dilanjutkan Andri kian ketat melakukan pengawasan. Surat Persetujuan Berlayar (SPB) baru akan diperbolehkan keluar setelah adanya manifesto penumpang yang disesuaikan dengan penumpang dan kapasitas angkut kapal serta jaket keselamatan.
"Kami juga telah meminta jaga kebersihan. Kedepannya mungkin akan kita buat aturan dilarang merokok dalam kapal, ini berbahaya," ucap Andri. (Baca juga: Penjelasan Kapendam Jaya Soal Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu )
Sementara mengenai uji kir kapal yang dilakukan setiap tahun. Andri mengakui, setahun terakhir pihaknya juga intensif melakukan pengecekan. Beberapa kapal penumpang kemudian ditolak untuk berlayar lantaran uji kirnya belum update atau ada.
"Secara otomatis dia tidak boleh angkut penumpang dong," ucap Andri yang mengatakan Syahbandar Jakarta bakal melarang kapal beroperasi.
Hal serupa dilakukan Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah. Ia mengatakan, kecelakaan kapal di perairan Indonesia menjadi atensi pihaknya. Selain memperketat Pelabuhan Angke dan Marina. Kepualauan Seribu juga memperketat pelabuhan dan dermaganya.
Bahkan beberapa waktu lalu, Irmansyah mengaku melakukan sidak di beberapa dermaga di kawasan Pulau Pramuka, Untung Jawa, hingga Pulau tidung. Di tempat itu, ia memeriksa detail jaket keselamatan, kondisi mesin kapal, hingga alur keselamatan penumpang.
"Kita pasang plang di beberapa dermaga, meminta penumpang pro aktif dan mengingatkan agar meminta jaket keselamatan dan menggunakannya saat berlayar dan menyebrang," ucap Irman.
Sementara mengenai pemetaan kondisi bawah laut, Irman mengakui pihaknya belum melakukan hal itu. Namun dirinya yakin dengan teknik dan peralatan kapal yang kian modern, pemataan akan terlihat melalui GPS kapal. Sehingga alur kapal termonitor.
"Polisi dan TNI juga membantu kami dalam patroli di jalur perhubungan kapal. Insya allah, bila melengkapi dan taat aturan, semuanya selamat," ucapnya.
Kini untuk mengantisipasi kecelakaan. Irmansyah mengakui pihaknya telah merangkul semua pemilik kapal, petugas keamanan dan keselamatan. Mereka kemudian digabungkan dalam sebuah grup medsos agar informasi tersedia.
Cara ini untuk mengetahui bagaimana agar informasi cuaca, angin, serta ombak dapat termonitor. Termasuk upaya keselamatan, bila nantinya kapal harus menepi menghindari ombak besar, bahkan tidak berlayar karena kondisi cuaca buruk.
"Informasi sekecil apapun termasuk ombak dan cuaca disampaikan. Dan saya selalu mengingatkan agar tidak mengambil resiko tinggi, sebab kami tegas bila ada yang melanggar," tutupnya. (Baca juga: Korban Tewas Tenggelamnya KM Lestari Maju Jadi 20 Orang )
(mhd)