Ini Hasil Visum 2 Warga yang Tewas di Jalan Freeport Lama
Selasa, 03 Juli 2018 - 10:33 WIB
Ini Hasil Visum 2 Warga yang Tewas di Jalan Freeport Lama
A
A
A
TIMIKA - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika telah melakukan visum terhadap jenazah Jhon Wenda dan Tondiur Kogoya, yang tewas sehari sebelumnya di Jalan Freeport Lama Kampung Alaroa, tepatnya di depan Puskesmas Distrik Kwami Narama.
Humas RSUD Mimika Luky Mahakena saat dikonfirmasi mengatakan, kedua korban telah divisum. "Dari hasil visum, kedua korban meninggal karena penyebab benda tajam," kata Luky Mahakena, saat ditemui di RSUD, Selasa (3/7/2018).
Luky Mahakena menjelaskan, pihak RSUD hanya melakukan visum dan tidak melakukan jahit luka korban dan tidak melakukan formalin karena pihak keluarga tidak menyetujui.
Menurut Luky, saat ini kedua korban masih disemayamkan sementara di kamar jenazah RSUD sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga untuk rencana pemakaman oleh pihak keluarga kedua korban. "Kita tidak bisa memutuskan karena ini menyangkut adat mereka, sehingga kita tunggu koordinasi dulu dengan pihak keluarga."
Sementara itu, sepupu korban Perina Wenda saat ditemui mengatakan untuk membawa jenazah keluarga masih menunggu petunjuk kaum lelaki dari keluarga korban. "Kami tidak bisa bawa, yang nanti bawa korban ini laki-laki mereka kami perempuan tidak bisa," katanya.
Berdasarkan pantauan, seusai visum dilakukan, keluarga korban pun diizinkan masuk ke kamar jenazah untuk melihat kedua korban tersebut. Saat melihat kedua jenazah, isak tangis pun tak terhindakan. Keluarga korban tidak menerima kematian kedua korban yang telah dibunuh oleh orang tak dikenal.
Hingga saat ini aparat kepolisian dari Polsek Mimika Baru masih melakukan pengamanan di kamar jenazah. (Baca juga: Dua Warga Tewas, Situasi Kwamki Narama Mencekam ).
Humas RSUD Mimika Luky Mahakena saat dikonfirmasi mengatakan, kedua korban telah divisum. "Dari hasil visum, kedua korban meninggal karena penyebab benda tajam," kata Luky Mahakena, saat ditemui di RSUD, Selasa (3/7/2018).
Luky Mahakena menjelaskan, pihak RSUD hanya melakukan visum dan tidak melakukan jahit luka korban dan tidak melakukan formalin karena pihak keluarga tidak menyetujui.
Menurut Luky, saat ini kedua korban masih disemayamkan sementara di kamar jenazah RSUD sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga untuk rencana pemakaman oleh pihak keluarga kedua korban. "Kita tidak bisa memutuskan karena ini menyangkut adat mereka, sehingga kita tunggu koordinasi dulu dengan pihak keluarga."
Sementara itu, sepupu korban Perina Wenda saat ditemui mengatakan untuk membawa jenazah keluarga masih menunggu petunjuk kaum lelaki dari keluarga korban. "Kami tidak bisa bawa, yang nanti bawa korban ini laki-laki mereka kami perempuan tidak bisa," katanya.
Berdasarkan pantauan, seusai visum dilakukan, keluarga korban pun diizinkan masuk ke kamar jenazah untuk melihat kedua korban tersebut. Saat melihat kedua jenazah, isak tangis pun tak terhindakan. Keluarga korban tidak menerima kematian kedua korban yang telah dibunuh oleh orang tak dikenal.
Hingga saat ini aparat kepolisian dari Polsek Mimika Baru masih melakukan pengamanan di kamar jenazah. (Baca juga: Dua Warga Tewas, Situasi Kwamki Narama Mencekam ).
(zik)