Soni Sumarsono: Kolom Kosong Menang, Pilwalkot Makassar Diulang 2020

Rabu, 27 Juni 2018 - 21:55 WIB
Soni Sumarsono: Kolom...
Soni Sumarsono: Kolom Kosong Menang, Pilwalkot Makassar Diulang 2020
A A A
MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan Pilwalkot Makassar. Bahkan dia juga mengakui kemenangan kolom kosong versi quick count.

Dari berbagai hasil perhitungan cepat di lembaga survei, Pilwalkot Makassar dimenangkan kolom kosong dan mengalahkan paslon nomor urut 1 Appi-Cicu.

“Secara umum kan kotak kosong saya lihat di beberapa tempat. Kalau itu terbukti (menang kolom kosong) ya sudahlah. Apa pun, itulah hasil demokrasi pilihan rakyat yang terbaik. Karena itu segala konsekuensinya sudah diakomodasikan dalam UU," paparnya, Rabu (27/6/2018).

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini menjelaskan, dalam UU mengatakan, apabila kotak kosong menang dan paslon tunggal tidak mencapai 50% plus, berarti Pilwalkot Makassar akan diulang tahun 2020.

Sehingga kata dia, Kota Makassar akan menunggu akhir masa jabatan pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal hingga Mei 2019. Selanjutnya kekosongan sebelum pilwakot ulang, penjabat wali kota Makassar akan diisi dan dipilih dari pejabat Pemprov Sulsel.

"Orang yang dipilih adalah pejabat eselon II yang senior yang dianggap mampu menangani kota. Itu andai kata jika kotak kosong menang. Ketika paslon nomor 1 menang harus dihargai juga,” pungkasnya.

Dia menegaskan, jika kemungkinan kotak kosong menang, maka skenario pilkada dimulai lagi dari awal, sifatnya bukan pilwalkot lanjutan. Jadi Pilwalkot 2020 adalah pilkada ulang.

“Pilkada dimulai dari nol lagi. Jadi dua-duanya (paslon) masih bisa ikut lagi. Tidak masalah. Itu regulasi kita ikuti saja kecuali kalau ada yang berubah," tegasnya.

Meski begitu, Sumarsono kembali menegaskan dan meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari KPU. Hasil quick count dari beberapa lembaga survei, bukan keputusan resmi yang menjadi pegangan menentukan siapa pemenang.

"Hargailah mereka paslon yang lainnya. Saya kira cukuplah sampaikan rasa syukur individual dan internal. Tidak perlu dipublikasikan kemenangan tersebut karena proses pilkada kontestasi menang kalah adalah hal yang biasa," tandasnya.
(wib)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Pencoblosan di TPS 040...
Pencoblosan di TPS 040 Perumnas Antang Makassar Terapkan Protokol Kesehatan
Surat Edaran Pj Wali...
Surat Edaran Pj Wali Kota Makassar Berisi Teknis Pemilihan Dipertanyakan
Timpora Makassar Ikut...
Timpora Makassar Ikut Lakukan Pengamanan Pilkada Serentak
KPU Makassar Siap Distribusikan...
KPU Makassar Siap Distribusikan Kotak Suara Pilkada
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
1 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
3 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
4 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
5 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
6 jam yang lalu
Infografis
Siapa yang Menang dalam...
Siapa yang Menang dalam Perang Gaza, Hamas atau Netanyahu?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved