Garap Proyek Bandara, PT Gudang Garam Terkendala Pembebasan Lahan

Selasa, 26 Juni 2018 - 20:39 WIB
Garap Proyek Bandara,...
Garap Proyek Bandara, PT Gudang Garam Terkendala Pembebasan Lahan
A A A
KEDIRI - Pembebasan lahan untuk proyek bandara senilai Rp10 triliun di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri belum tuntas. Tak sedikit warga yang belum mau melepas kepemilikan tanah. Sebagai pelaksana sekaligus penanggung jawab proyek bandara PT Gudang Garam Tbk Kediri berjanji akan mematuhi seluruh prosedur yang ditentukan pemerintah.

"Kami tetap menghormati hak warga yang belum bersedia melepaskan lahan," ujar Direksi PT Gudang Garam Tbk Istata Taswin Sidharta usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Grand Surya, Kediri, Selasa (26/6).

Dia juga menegaskan pembebasan lahan untuk bandara melibatkan pemerintah daerah. Tanpa kelengkapan seluruh persyaratan PT Gudang Garam belum akan memulai pembangunan. "Kalau masih ada warga yang menolak pembebasan masak harus dipaksa. Saya tak bisa memastikan kapan (pembangunan) akan dimulai, " ujar Istata.

Dalam kesempatan itu Istata juga menyinggung keterkaitan pembangunan bandara dengan bisnis. Dia mengatakan PT Gudang Garam masih fokus pada bisnis rokok. Pembangunan bandara dipastikan bukan bentuk usaha baru perusahaan.

Fluktuasi harga tanah yang menjadi obyek pembebasan lahan (bandara) menjadi salah satu alasannya. Sejak dipastikan akan berdiri bandara, harga (tanah) di kawasan pembangunan meningkat lima kali lipat dari harga standar.

Karenanya perusahaan juga membatasi biaya pembangunan (bandara) maksimal Rp 10 triliun. Istata juga berdalih pembangunan bandara sebagai wujud kontribusi perusahaan kepada masyarakat Kediri.

"Ini (bandara) bukan bisnis baru. Tetapi kontribusi kepada negara, "ungkap Istata. Kendati demikian jika keberadaan bandara bisa bersinergi dengan Surya Air, yakni bisnis transportasi udara milik PT Gudang Garam, perusahaan akan melakukannya.

Kalaupun itu terjadi (sinergi bisnis), Istata menyebutnya sebagai bonus. Bukan bisnis baru. Terkait proyek bandara ini sejauh ini PT Gudang Garam juga belum membangun kerjasama atau komitmen dengan pemerintah pusat maupun daerah.

Dewi (35) warga Kecamatan Tarokan membenarkan masih banyak warga yang belum bersedia melepas lahannya untuk bandara. Negosiasi yang berjalan masih berlangsung alot. Kendati demikian tidak sedikit warga yang menerima proyek pembebasan lahan dengan senang hati.

"Banyak yang mendadak banyak duit setelah menerima pembebasan. Karena harga tanah menjadi tinggi. Intinya secara sosial banyak bermunculan OKB (orang kaya baru), " tuturnya.
(vhs)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
13 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
Israel Marah, Rudal...
Israel Marah, Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved