Kantor DPC PDI-P Banyumas Dikepung Ormas Terkait Tuduhan Money Politics

Selasa, 26 Juni 2018 - 19:02 WIB
Kantor DPC PDI-P Banyumas...
Kantor DPC PDI-P Banyumas Dikepung Ormas Terkait Tuduhan Money Politics
A A A
BANYUMAS - Kantor DPC PDIP Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dikepung sejumlah ormas pada Selasa siang (26/6/2018). Aksi ini terkait dengan adanya aksi sepihak Satgas PDIP yang menuduh adanya dugaan money politics dalam acara tradisi pengajian warga Nahdlatul Ulama.

Semula massa Banser dan ini masih dalam kondisi berkerumun di depan Kantor DPC PDIP Banyumas. Namun massa tiba-tiba merengsek ke teras kantor saat salah seorang tim sukses pasangan Calon Bupati Ahmad Husein-Sadewo yaitu Muhsonudin datang ke Kantor DPC PDI dengan sikap yang dianggap membuat suasana menjadi memanas.

Muhsonudin yang saat itu datang tiba-tiba menanyai massa Banser dengan sikap yang tidak menyenangkan. Massa sempat marah karena sikap tersebut dinilai sangat arogan.

Suasana memanas ini akhirnya ditengaih beberapa orang anggota Banser yang emosinya terkendali. Tak lama Kemudian, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun datang ke lokasi tersebut untuk menengahi permasalahan.

Persoalan dugaan money politics bermula saat kedatangan Tim Satgas Anti Money Politics bentukan PDIP Kabupaten Banyumas saat berlangsung pengajian di rumah warga di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Senin malam 26 Juni 2018. Satgas tersebut kemudian mempersoalkan pemberian uang terhadap sembilan peserta pengajian masing-masing Rp20 ribu.

Pemberian uang inilah yang kemudian dinilai sebagai praktik money politics dan akhirnya dilaporkan Panwaslu.

Hal inilah yang membuat Massa Banser tersinggung karena kebiasaan ini menurut mereka merupakan tradisi NU, peserta pengajian diberibisyaroh(berkat/pemberian).

Banser juga mempersoalkan kedatangan satgas tanpa mengajak Panwaslu sehingga aksi Satgas dinilai sebagai aksi sepihak.

Situasi yang sempat memanas ini akhirnya bisa diredakan saat Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun ikut menengahi. Dalam pertemuan tertutup akhirnya disepakati adanya pencabutan laporan dugaan money politics.

Komandan Banser Banyumas Andri Widiyanto mengatakan, pihaknya melakukan aksi keberatan kepada PDIP Banyumas, atas tindakan Satgas Partai tersebut.Dikarenakan mengira doa yang dilakukan oleh warga NU di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang Banyumas ada indikasi politik uang.

Padahal kegiatan doa bersama ini, rutin dilakukan oleh warga Nahdiyin. Selain itu sebagai tuan rumah biasa memberikan buah tangan, berupa bahan makanan atau uang. Selain itu, Andri juga keberatan atas tindakan Satgas Politik Uang PDIP Banyumas, yang langsung melakukan tindakan sendiri. Tidak dilaporkan kepada Panwaslu, dan pihak- pihak penegak hukum dalam Pilkada.

“Pelaporannya alhmadulilah dicabut, selain itu sudah ada permintaan maaf kepada NU dan Anshor. Ini sudah selesai, setelah ini kita bersama- sama menjaga kondusifitas Banyumas. Dalam pelaksaan Pilkada tahun ini, Insya Allah aman, damai,” kata Andri.
Ketua Badan Hukum dan Advokasi PDIP Banyumas Susetyo meminta maaf atas kejadian di Sumbang, Senin malam 25 Juni 2018. Atas kesalahpahaman ini, pihaknya melakukan pencabutan pelaporan dugaan politik uang ke Panwaslu.

"PDIP dan NU, mempunyai kultur yang sama dan selalu menjaga NKRI. Sehingga dengan adanya permintaan maaf dan pencabutan pelaporan menandakan sudah tidak ada masalah antara PDIP dan NU Banyumas," jelas Susetyo.

Seperti diketahui, di Banyumas terdapat dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yaitu pasangan nomor urut 1, Marjoko-Ifan yang diusung PKB, Partai Golkar, PKS, PAN, PPP dan dan Partai Gerindra.Sementara pasangan nomor urut 2, Ahmad Husein-Sadewo diusung PDIP, Partai Demokrat dan Partai Nasdem.
(sms)
Berita Terkait
PDIP Klarifikasi Usulan...
PDIP Klarifikasi Usulan Melegalkan Politik Uang Hanya Sarkasme
Keberpihakan PDIP ke...
Keberpihakan PDIP ke Kaum Marhaen lewat Tiga Pilar Partai
Cara PDIP agar Tak Terjungkal...
Cara PDIP agar Tak Terjungkal Setelah 2 Periode Berkuasa
Gelar TOT Guru Kader,...
Gelar TOT Guru Kader, Kaderisasi di PDIP Terus Dibenahi
Diterpa Banyak Isu Miring,...
Diterpa Banyak Isu Miring, Elektabilitas PDIP Masih Tinggi
Elektabilitas Tinggi,...
Elektabilitas Tinggi, Jadi Pecutan Kader PDIP Tingkatkan Kinerja
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
8 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
8 jam yang lalu
Infografis
Menkum Usulkan Amnesti...
Menkum Usulkan Amnesti 44.000 Napi Kasus ITE hingga Terkait Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved