Sudah 3 Kali Bersekongkol, Ini Kode Sopir Angkot dengan Pencopet

Senin, 25 Juni 2018 - 17:12 WIB
Sudah 3 Kali Bersekongkol,...
Sudah 3 Kali Bersekongkol, Ini Kode Sopir Angkot dengan Pencopet
A A A
JAKARTA - Polisi telah menetapkan sopir Mikrolet 30A jurusan Tanjung Priok-Kelapa Gading, yakni Erlangga, sebagai tersangka kasus tewasnya Asih K, seorang penumpang wanita yang melompat dari dalam angkot karena takut akibat adanya aksi pencopetan.

Erlangga dijadikan tersangka karena diduga bersekongkol dengan pelaku pencopetan itu. Tersangka Erlangga mengaku sudah tiga kali bersekongkol dengan dua pelaku pencopetan dalam melakukan aksinya di dalam angkot. Tetapi dia berdalih hanya ikut-ikutan saat diajak kedua pelaku melakukan aksi jahat itu.

"Terakhir melakukannya (pencopetan di angkot) 4 bulan yang lalu, sasarannya lelaki. Tidak direncanakan, jadi saat diajak (dua pelaku), saya ikut," ujar Erlanga kepada wartawan, Senin (25/6/2018). (Baca: Panik Penumpang Sebelah Ditodong, Asih Tewas Usai Lompat dari Angkot )

Dalam menjalankan aksinya, mereka memiliki kode tersendiri. Biasanya pelaku mengajak dengan menyebut "Ayok nyari Kijang". Saat ajakan terakhir kemarin, Erlangga mengaku sempat menolak aksi kejahatan itu dilakukan di dalam angkot yang dibawanya. Namun pelaku tetap nekat melakukan aksinya itu.

Ia pun menyebut pelaku tidak menggunakan senjata tajam untuk mengancam korban. "Tidak (pakai senjata tajam), pakai rogoh-rogoh tangan saja. Saat itu, korban melompat sendiri dari dalam angkot, lalu terjatuh," tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Koja, Kompol Effendi, menjelaskan, Erlangga dalam kasus ini berperan sebagai pengendali kendaraan. Saat melancarkan aksinya, dia sengaja melaju dengan kecepatan tinggi di jalur busway serta menyetel musik dengan volume kencang. (Baca juga: Wanita Tewas Lompat dari Angkot, Polisi Periksa Keterlibatan Sopir)

"Saat kejadian itu ada tiga penumpang dan tiga pelaku itu. Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan semua stakeholder, karena harus ada kerja sama dalam rangka meminimalisir dan mengantisipasi terjadinya hal serupa," tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
2 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Berdayakan Kampung Papua:...
Berdayakan Kampung Papua: Kolaborasi PBB, Kemendes, dan Komunitas Lokal Latih Ratusan Wirausaha Baru
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved