Debat Pamungkas Pilgub Jatim Berakhir Antiklimaks

Sabtu, 23 Juni 2018 - 22:57 WIB
Debat Pamungkas Pilgub...
Debat Pamungkas Pilgub Jatim Berakhir Antiklimaks
A A A
SURABAYA - Debat pamungkas Pilgub Jatim 2018 berakhir antiklimaks. Dalam tiap sesi banyak muncul jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan. Adu visi dan gagasan pun gagal terwujud.

Debat pun berisi jawaban yang memiliki perbedaan persepsi. Salah satunya ketika muncul pertanyaan dari masyarakat tentang polemik e-KTP di masyarakat.

"Masalah e-KTP itu karena data yang ganda. Alat perekaman juga tidak bekerja. Nanti Kami akan mengambil alih kalau kabupaten/kota tidak juga beres," ujar Calon Gubernur nomor urut 2, Saifullah Yusuf di sela-sela debat Pilgub Jatim di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (23/6/2018).

Calon Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak langsung meresponnya dengan menegaskan kalau dirinya tidak mau mengambil alih penyelesaian e-KTP di tiap kabupaten/kota.

"Kalau pemprov ambil alih akan menambah keruwetan. Masalah e-KTP itu ada di biometrik," jelasnya.

Perdebatan kurang greget pun terlihat ketika Puti Guntur mengkritik tentang pengelolaan laboratorium kriya di Trenggalek. Keberadaan pusat UMKM itu dinilai belum mengangkat kesejahteraan masyarakat.

"Bagaimana perencanaan dan realisasinya tidak singkron. Seperti di laboratorium kriya itu," kata Puti.

Emil Dardak pun hanya mengelengkan kepala mendengar pertanyaan itu. Baginya, pertanyaan yang dilontarkan tak sesuai dengan tema. Apalagi penekanan yang diberikan tentang masalah lapangan pekerjaan.

"Mbak Puti harusnya tahu kalau di Jatim para UMKM di lab kriya itu ekspor. Dan tak banyak UMKM yang bisa konsisten ekspor seperti di Trenggalek," katanya.

Debat pun semakin lesu ketika sesi bahasa Jawa dimulai. Baik Gus Ipul maupun Khofifah mengalami kendala pengucapan.

Dalam sesi bahasa Jawa ini, pertanyaan yang diberikan berasal dari masyarakat yang sudah diseleksi oleh para panelis. Bahkan, Gus Ipul sendiri terbata-bata ketika menjelaskan tentang penanganan bencana alam di Jatim.

Sementara Khofifah di sesi awal bahasa Jawa juga sempat terbata. Namun, di tengah jawaban dia terlihat menemukan kepercayaan diri ketika menjelaskan tentang perbedaan data antara pemerintah pusat dan daerah.
(sms)
Berita Terkait
PPP Resmi Usung Duet...
PPP Resmi Usung Duet Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024
Pilkada Jatim: 2 Petugas...
Pilkada Jatim: 2 Petugas KPPS Meninggal dan 7 Sakit saat Bertugas
Milenials Freedom Ungkap...
Milenials Freedom Ungkap Sosok yang Tepat Pimpin Jatim di Pilgub 2029
Cak Imin Bicara Peluang...
Cak Imin Bicara Peluang Khofifah Maju Kembali di Pilgub Jatim 2024
Pilgub Jatim, Projo...
Pilgub Jatim, Projo Serukan Seluruh Kader Menangkan Khofifah-Emil
Pesan Khofifah pada...
Pesan Khofifah pada Pemenang Pilkada: Euforia Tetap Dijaga, Hindari Kerumunan
Berita Terkini
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
9 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
45 menit yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
1 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
2 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
2 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
2 jam yang lalu
Infografis
3 Keuntungan Rusia Jika...
3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved