Polisi Tegaskan Teror Lempar Batu di Depok Baru Sekali Terjadi
Kamis, 21 Juni 2018 - 22:13 WIB
Polisi Tegaskan Teror Lempar Batu di Depok Baru Sekali Terjadi
A
A
A
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan, peristiwa pelemparan batu di Jalan Juanda, Depok adalah yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya tidak ada peristiwa serupa yang terjadi di lokasi tersebut.
"Ini baru kali itu saja kejadiannya, sebelumnya kan di jembatan (flyover) atas Tol Jagorawi (Cimanggis)," katanya di Depok, Kamis (21/6/2018). (Baca juga: Bocah 9 Tahun Kritis Terkena Teror Lemparan Batu di Depok )
Akibat peristiwa pelemparan batu itu, kata Bintoro seorang anak bernama Raffa Ismail Fahrezi (9) terluka. Dia harus menjalani operasi dan dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Dikatakan Bintoro, pihaknya masih terus mengejar pelaku yang kini sudah diketahui cirinya.
"Pria berumur 40 tahun ke atas dan berambut putih," tukasnya.
Pihaknya akan membuat sketsa pelaku dan akan bekerja sama dengan Mabes Polri. Sketsa dibuat dari hasil keterangan yang diberikan saksi.
"Sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan. Dua di antaranya orang tua korban," katanya.
Kejadian tersebut kedepannya juga akan selalu dipantau dengan patroli petugas untuk mengantisipasi insiden serupa. "Jadi setiap bulannya kita ada kring serse, kalau ada kejadian di suatu daerah ya kita.akan patroli cenderung ke situ," pungkasnya.
Bintoro menyebutkan, kondisi penerangan jalan di wilayah tersebut juga diketahui sangat minim sehingga menyebabkan CCTV yang menyorot ke arah lokasi kejadian cenderung gelap. "Masalah penerangan juga kurang sekali, dan CCTV daerah situ juga kurang jelas. Saya harap pemerintah juga ikut serta lah soal ini," katanya.
"Ini baru kali itu saja kejadiannya, sebelumnya kan di jembatan (flyover) atas Tol Jagorawi (Cimanggis)," katanya di Depok, Kamis (21/6/2018). (Baca juga: Bocah 9 Tahun Kritis Terkena Teror Lemparan Batu di Depok )
Akibat peristiwa pelemparan batu itu, kata Bintoro seorang anak bernama Raffa Ismail Fahrezi (9) terluka. Dia harus menjalani operasi dan dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Dikatakan Bintoro, pihaknya masih terus mengejar pelaku yang kini sudah diketahui cirinya.
"Pria berumur 40 tahun ke atas dan berambut putih," tukasnya.
Pihaknya akan membuat sketsa pelaku dan akan bekerja sama dengan Mabes Polri. Sketsa dibuat dari hasil keterangan yang diberikan saksi.
"Sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan. Dua di antaranya orang tua korban," katanya.
Kejadian tersebut kedepannya juga akan selalu dipantau dengan patroli petugas untuk mengantisipasi insiden serupa. "Jadi setiap bulannya kita ada kring serse, kalau ada kejadian di suatu daerah ya kita.akan patroli cenderung ke situ," pungkasnya.
Bintoro menyebutkan, kondisi penerangan jalan di wilayah tersebut juga diketahui sangat minim sehingga menyebabkan CCTV yang menyorot ke arah lokasi kejadian cenderung gelap. "Masalah penerangan juga kurang sekali, dan CCTV daerah situ juga kurang jelas. Saya harap pemerintah juga ikut serta lah soal ini," katanya.
(mhd)