Pemuda Aceh Sumbang Game untuk Ridwan Kamil dan Kota Bandung

Selasa, 19 Juni 2018 - 18:48 WIB
Pemuda Aceh Sumbang...
Pemuda Aceh Sumbang Game untuk Ridwan Kamil dan Kota Bandung
A A A
BANDUNG - Sebuah arkade game berbasis android bernama 'RK Go ' resmi diluncurkan. RK Go merupakan sebuah game yang dapat dimainkan di beragam gawai berbasis android dengan Ridwan Kamil sebagai tokoh utama dan mengambil Kota Bandung sebagai latar.

Menurut CEO Biskuit Studio yang menjadi pengembang game RK Go Hadi Saputra, tujuan pembuatan game ini adalah turut membantu mempromosikan Kota Bandung.

"Sasarannya adalah untuk masyarakat yang belum pernah ke Bandung, dan juga sarana bernostalgia bagi para warga Bandung yang sedang berada di luar kota Bandung," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews, Selasa (19/6/2018).

RK Go dapat diunduh melalui aplikasi playstore, dan merupakan game jenis arcade. Untuk memainkan game ini, para pemain diharuskan untuk menyelesaikan beberapa misi agar mencapai skor yang diinginkan.

Misi yang harus diselesaikan para pemain di game RK Go cukup sederhana yaitu mengumpulkan poin sebanyak banyaknya dengan cara mengumpulkan tahu bulat sembari melewati rintangan yang divisualisasikan dalam bentuk beragam sarana transportasi yang ada di Kota Bandung.

Sebagai pengembang game, Hadi Saputra, yang berasal dari Aceh dan salah seorang penyintas (survivor) musibah tsunami yang melanda Aceh beberapa tahun lampau menuturkan, alasan dirinya membuat game ini karena terinspirasi sosok Ridwan Kamil.

“Museum Tsunami di Aceh adalah bentuk nyata sumbangsih Pak Ridwan Kamil untuk warga Aceh terutama bagi korban tsunami seperti saya” ungkapnya.

Kekaguman Hadi terhadap Ridwan Kamil menuntunnya untuk mempelajari budaya Bandung lebih dalam hingga akhirnya dia memutuskan untuk hijrah ke Kota Kembang. Ia menambahkan,“Pak Ridwan Kamil telah berkarya untuk Aceh, kini saatnya saya yang berkarya untuk Kota Bandung,” timpalnya.

Melalui game RK Go ini, Hadi berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang mau untuk berkunjung ke Kota Bandung dan mau mengenal Kota ini lebih dalam. Hadi mempersilakan para penggemar game untuk mengunduh game Go RK melalui playstore dan membaca detail informasinya akun instagram: www.instagram.com/ridwankamilgo

Praktisi pengembang game sekaligus anggota Asosiasi Developer Game Indonesia, Muhammad Ajie Santika menilai Kota Bandung memang menjadi hub untuk studio pengembang game di seluruh Indonesia.

"Bahkan pengembang game terbesar di Indonesia, Agate yang memiliki 150 orang pengembang adanya di Bandung," ungkap Ajie.

Selain banyaknya studio pengembang, Kota Bandung juga banyak melahirkan produk-produk game unggulan yang lahir di kota Bandung, "Jika bicara produk dan pengembang game, Kota Bandung memang satu sumbernya di Indonesia, poros game di Indonesia ada di Bandung" jelas Ajie.

Kondisi ini menurut Ajie dimungkinkan karena iklim kreatifitas dan pengembangan bisnis game lokal di kota Bandung, sangat kondusif. Selain itu, kebutuhan sumber daya manusia (talent) untuk pengembangan game juga banyak tersedia yang disumbang oleh beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung.

Namun, menurut Ajie para pengembang game di Indonesia dari sisi bisnis masih harus belajar dan terus mengasah kemampuan karena market share Indonesia untuk game masih relatif kecil.

"Dari market size yang sebesar USD 800 juta, pangsa pasar industri game di Indonesia hanya 2-3% saja, jadi masih sangat kecil, sisanya dikuasai pengembang dan produk game asing," terangnya.

Oleh karena itu, Ajie mengapresiasi upaya Ridwan Kamil saat menjadi Wali Kota Bandung, dengan membangun Bandung Creative Hub, yang dapat menjadi titik kumpul untuk insan-insan kreatif, tak hanya para pengembang game di Kota Bandung.

"Terlebih dengan rencana Kang Emil untuk menghadirkan satu creative hub di setiap kota/dan kabupaten jika terpilih sebagai gubernur. Karena secara SDM, kita harus terus menggali potensi para pengembang game dari berbagai kota yang ada di Jawa Barat," ungkap CEO Everidea Interaktif ini.

Jika upaya ini berhasil, menurut Ajie, bukan tak mungkin Kota Bandung dan Jawa Barat akan menjadi rujukan utama dalam industri kreatif, khususnya dalam pengembangan game lokal di Indonesia.
(sms)
Berita Terkait
Mulai Bulan Mei Pemkot...
Mulai Bulan Mei Pemkot Bandung akan Terapkan Braga Free Vehicle
Pemkot Bandung Ungkap...
Pemkot Bandung Ungkap Kemungkinan PSBB di Bandung Raya
Vaksinasi Covid-19 Tenaga...
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Pendidik Kota Bandung Mencapai 50 Persen
Oded: Ramadhan dan Pandemi,...
Oded: Ramadhan dan Pandemi, Inovasi Tak Boleh Berhenti
Pemkot Bandung Segera...
Pemkot Bandung Segera Cari Solusi Penanganan Kebun Binatang Bandung
Ini Pesan Ketua PKK...
Ini Pesan Ketua PKK Kota Bandung Umi Oded pada Hari Anak Nasional
Berita Terkini
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 1,7 Km dari Puncak, Status Siaga!
16 menit yang lalu
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
28 menit yang lalu
Lansia Tewas dalam Kebakaran...
Lansia Tewas dalam Kebakaran di Palmerah Utara
37 menit yang lalu
Usai Viral, Bang Jago...
Usai Viral, Bang Jago Pakai Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap
2 jam yang lalu
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui...
8 Ruas Jalan Bakal Dilalui Rombongan PM Singapura saat Bertemu Presiden Prabowo Hari Ini
2 jam yang lalu
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved