Terduga Teroris Blitar Melawan dan Berencana Serang Polsek Talun

Kamis, 14 Juni 2018 - 15:31 WIB
Terduga Teroris Blitar...
Terduga Teroris Blitar Melawan dan Berencana Serang Polsek Talun
A A A
BLITAR - Sedikitnya lima orang warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Kelimanya diduga terlibat dalam gerakan radikalisme. Saat hendak ditangkap, dua orang terduga teroris itu mencoba melawan.

"Iya mereka tidak mau ditangkap, dan melawan petugas. Dua orang itu masing-masing di TKP (tempat kejadian perkara-red) Wlingi dan Gandusari," ujar Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha kepada wartawan Kamis (14/6/2018).

Alhasil, Adu fisik pun tak terelakkan. Meski sengit, perlawanan itu tidak sampai memaksa petugas mencabut senjata api. Dengan tangan kosong, kata Anissullah, petugas berhasil melumpuhkan keduanya.

"Berhasil dilumpuhkan dengan tangan kosong," katanya. Sementara tiga orang yang diamankan di TKP Talun, yakni AR (48) yang berprofesi penyalur pupuk, Nh (40) seorang dokter dan SZ (42) tidak sampai terjadi perlawanan.

Di rumah AR yang dikontrak Nh, petugas mengamankan sepucuk senjata api pabrikan serta delapan butir peluru. Kemudian satu unit laptop, flashdisk, dokumen serta buku terkait gerakan radikalisme. Dari informasi yang dihimpun aparat kepolisian, mereka berencana menyerang kantor mapolsek Talun.

Penyerangan akan dilakukan sekitar tanggal 19 Juni. ‎Anissullah tidak membantah informasi itu. Bahkan selain polsek Talun, di dalam buku catatan yang disita, juga muncul nama salah satu bank di Blitar. Namun belum diketahui pasti apakah menjadi sasaran penyerangan atau untuk dirampok.

"Iya benar. Di catatan ada polsek Talun dan salah satu perbankan di Blitar. Sebab mereka menganggap polisi sebagai toghut," ujar Anissullah.

Saat ini kelima orang itu sudah dibawa ke Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Diduga mereka anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang beroperasi di wilayah Blitar dan Malang. Hanya saja belum diketahui peran masing masing terduga.

Menurut Anissullah, sekecil apa pun informasi dan barang bukti yang diperoleh di TKP, petugas terus melakukan pendalaman. "Catatan yang diamankan itu menjadi panduan untuk mengetahui lebih jauh gerakan mereka. Kita tidak boleh underestimate, " tuturnya.

Anissulah juga menyinggung sepasang suami istri berlatar belakang dokter asal Gandusari, Kabupaten Blitar yang sekitar dua tahun lalu ke Singapura. Menurut dia, yang bersangkutan satu jaringan dengan kelima orang yang diamankan. "Iya satu jaringan," katanya.
(dam)
Berita Terkait
KAI Buka Suara Terkait...
KAI Buka Suara Terkait Penangkapan Satu Pegawai Terduga Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Densus 88 Sebut Penangkapan...
Densus 88 Sebut Penangkapan Terduga Teroris Tak Hanya di Sumut dan Sumsel
2 Kelompok Teroris yang...
2 Kelompok Teroris yang Pernah Membajak Pesawat
Aksi Terorisme Masih...
Aksi Terorisme Masih Mengancam, Waspadai Radikalisme di Dunia Maya
Soal Penangkapan 3 Terduga...
Soal Penangkapan 3 Terduga Teroris, Mahfud Sebut Pemerintah Tak Larang Berpendapat
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
2 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
3 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
5 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
6 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
7 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
9 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved