Kumpul di Rumah Syahri Mulyo, Rampak Sarinah Siap Menangkan Sahto

Selasa, 12 Juni 2018 - 01:07 WIB
Kumpul di Rumah Syahri...
Kumpul di Rumah Syahri Mulyo, Rampak Sarinah Siap Menangkan Sahto
A A A
TULUNGAGUNG - Penetapan calon bupati petahana Tulungagung Syahri Mulyo sebagai tersangka dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menyurutkan langkah merebut kemenangan di Pilkada Tulungagung. Senin (11/6/2018), barisan perempuan Tulungagung yang mengatasnamakan Rampak Sarinah menggelar konsolidasi di rumah Syahri Mulyo di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jawa Timur.

Selain bertekad memenangkan pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto), komunitas para wanita ini juga berjuang untuk kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gusti). Bahkan, pasca-operasi tangkap tangan KPK, konsolidasi politik pemenangan di kediaman Syahri Mulyo semakin menguat.

"Konsolidasi ini juga masih dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno (Juni)," ujar Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari.

Acara dikemas dalam bentuk kursus Pancasila dan Sarinah, yakni menguatkan nilai-nilai perjuangan perempuan. "Perempuan adalah kunci dari politik yang beradab. Sebab menjadi tempat pengambilan kebijakan untuk kesejahteraan," jelas Eva.

Dalam kesempatan itu Eva juga menyinggung peran perempuan di bidang ekonomi. Perempuan menjadi kunci tumbuhnya perekonomian. "Karenanya secara riil kami memiliki program yang memfasilitasi perempuan untuk berkecimpung di bidang UMKM, yakni mulai start up, pelatihan, modal hingga akses ke pasar."

Sementara, setelah ditahannya Cabup Tulungagung Syahri Mulyo, cawabup Maryoto Bhirowo didapuk menggantikan posisi panglima pemenangan. "Partisipasi para ibu dalam pilkada lebih tinggi. Mereka menjadi salah satu kekuatan demokrasi," kata Maryoto.

Seperti diberitakan, calon bupati petahana Tulungagung Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek infrastruktur jalan. Sejak Sabtu malam (9/6) Syahri telah menyerahkan diri ke KPK dan langsung ditahan.

Syahri diduga menerima dana Rp 2,5 miliar dari kontraktor asal Blitar Susilo Prabowo alias Embun (yang juga ditetapkan tersangka). Dalam OTT di Tulungagung, KPK juga menetapkan Kepala Dinas PUPR Santoso dan Agung, unsur swasta, sebagai tersangka.

Seperti diketahui, paslon Sahto diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan didukung Partai Perindo dan PSI. Sementara, lawannya yakni paslon Margiono-Eko Prisdianto (Mardiko) diusung koalisi delapan parpol yakni PKB, Partai Demokrat, Gerindra, Partai Gokar, PKS, PAN, Partai Hanura, dan PPP.
(zik)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
2 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
3 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
5 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
6 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
7 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved