Masih Ada Begal Saat Mudik, Kapolri Ancam Copot Kapolres
Senin, 11 Juni 2018 - 16:20 WIB
Masih Ada Begal Saat Mudik, Kapolri Ancam Copot Kapolres
A
A
A
BAKAHEUNI - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengancam akan mencopot seluruh kapolres jika masih ada begal yang melakukan aksinya saat arus mudik Lebaran.
Hal ini ditegaskannya saat meninjau kesiapan jajarannya melayani pemudik di Pelabuhan Bakauheni,Lampung, Senin (11/6/2018).
Kedatangan Kapolri di dampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono.
Kapolri mengunjungi Pelabuhan Bakauheni dalam rangka tinjauan jalur mudik di wilayah Sumatera khususnya Lampung sebagai pintu masuk dari Jawa dan keluar dari Sumatera.
Kapolri bersama rombongan begitu tiba langsung menuju ke pos terpadu Operasi Ketupat Krakatau 2018 di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.
Di sana Kapolri memberi catatan penting terkait keamanan dengan memperbanyak patrol. Ini dikarena kemarin baru saja salah satu pemudik sepeda motor tujuan Tanggamus, Lampung asal Jakarta di begal di jalan lintas Sumatera.
Mirisnya peristiwa itu tidak jauh dari Mapolsek Katibung, Lampung Selatan. Kapolri memastikan jika kapolres tidak mampu memberantas begal maka dia mengancam akan mencopot kapolres.
“Pelaku kejahatan harus diidentifikasi agar jalur yang dianggap rawan bisa diamankan oleh aparat keamanan,” kata dia.
Kapolri juga menyebut kelompok begal berbeda dengan jaringan-jaringan tertutup sehingga bisa cepat diatasi.
“Polisi harus melakukan penangkapan para pelaku begal di wilayah yang berada di jalur mudik. Pengamanan jalur mudik di Lampung dan Sumatera selatan juga harus diperhatikan terkait keberadaan jalan tol trans Sumatera,”sebutnya
Kapolri juga meminta kepada TNI agar bisa membantu mengamankan jalur mudik di Lampung dan Sumatera Selatan.
Hal ini ditegaskannya saat meninjau kesiapan jajarannya melayani pemudik di Pelabuhan Bakauheni,Lampung, Senin (11/6/2018).
Kedatangan Kapolri di dampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono.
Kapolri mengunjungi Pelabuhan Bakauheni dalam rangka tinjauan jalur mudik di wilayah Sumatera khususnya Lampung sebagai pintu masuk dari Jawa dan keluar dari Sumatera.
Kapolri bersama rombongan begitu tiba langsung menuju ke pos terpadu Operasi Ketupat Krakatau 2018 di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.
Di sana Kapolri memberi catatan penting terkait keamanan dengan memperbanyak patrol. Ini dikarena kemarin baru saja salah satu pemudik sepeda motor tujuan Tanggamus, Lampung asal Jakarta di begal di jalan lintas Sumatera.
Mirisnya peristiwa itu tidak jauh dari Mapolsek Katibung, Lampung Selatan. Kapolri memastikan jika kapolres tidak mampu memberantas begal maka dia mengancam akan mencopot kapolres.
“Pelaku kejahatan harus diidentifikasi agar jalur yang dianggap rawan bisa diamankan oleh aparat keamanan,” kata dia.
Kapolri juga menyebut kelompok begal berbeda dengan jaringan-jaringan tertutup sehingga bisa cepat diatasi.
“Polisi harus melakukan penangkapan para pelaku begal di wilayah yang berada di jalur mudik. Pengamanan jalur mudik di Lampung dan Sumatera selatan juga harus diperhatikan terkait keberadaan jalan tol trans Sumatera,”sebutnya
Kapolri juga meminta kepada TNI agar bisa membantu mengamankan jalur mudik di Lampung dan Sumatera Selatan.
(vhs)