Polda Jabar Antisipasi 4 Potensi Kerawanan Jelang Lebaran 2018
Rabu, 06 Juni 2018 - 20:52 WIB
Polda Jabar Antisipasi 4 Potensi Kerawanan Jelang Lebaran 2018
A
A
A
BANDUNG - Selain mengatur dan mengamankan arus mudik, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mengantisipasi empat potensi kerawanan jelang Lebaran 2018 atau 1439 H ini.
Menurut Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman, potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Polda Jabar dan stakeholder memastikan harga stabil dan tak ada kelangkaan. Masalah harus diantisipasi adalah kendala dalam pendistribusian dan aksi penimbunan.
Potensi kerawanan kedua, kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik. Polda Jabar dan instansi terkait mewaspadai titik rawan macet, kecelakaan, dan bencana alam.
Ketiga, bencana alam dan gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama curas, curat, dan curanmor (C3). Keempat, ancaman terorisme.
"Kepala satuan wilayah (kasatwil) harus meningkatkan deteksi intelijen dan berkoordinasi dengan instansi lain. Perkokoh sinergitas dengan TNI. Pengamanan tempat ibadah, tempat keramaian, dan markas juga harus ditingkatkan. Anggota yang bertugas juga dilengkapi rompi antipeluru dan senjata tajam. Bahkan personel bersenjata, seperti Brimob ditempatkan di titik-titik rawan" kata Supratman saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2018 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018) sore.
Menurut Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman, potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Polda Jabar dan stakeholder memastikan harga stabil dan tak ada kelangkaan. Masalah harus diantisipasi adalah kendala dalam pendistribusian dan aksi penimbunan.
Potensi kerawanan kedua, kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik. Polda Jabar dan instansi terkait mewaspadai titik rawan macet, kecelakaan, dan bencana alam.
Ketiga, bencana alam dan gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama curas, curat, dan curanmor (C3). Keempat, ancaman terorisme.
"Kepala satuan wilayah (kasatwil) harus meningkatkan deteksi intelijen dan berkoordinasi dengan instansi lain. Perkokoh sinergitas dengan TNI. Pengamanan tempat ibadah, tempat keramaian, dan markas juga harus ditingkatkan. Anggota yang bertugas juga dilengkapi rompi antipeluru dan senjata tajam. Bahkan personel bersenjata, seperti Brimob ditempatkan di titik-titik rawan" kata Supratman saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2018 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018) sore.
(zik)