IJTI Papua Barat Kecam Tindak Kekerasan Sekelompok Warga Terhadap Jurnalis

Selasa, 05 Juni 2018 - 21:59 WIB
IJTI Papua Barat Kecam...
IJTI Papua Barat Kecam Tindak Kekerasan Sekelompok Warga Terhadap Jurnalis
A A A
SORONG - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Papua Barat mengecam keras, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok warga terhadap seorang jurnalis Radar Papua, Novri Terok, saat melakukan peliputan kebakaran di kompleks sanggeng Manokwari, Selasa (5/6/2018). Akibat kejadian tersebut, Novri mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan kepala.

Ketua IJTI Pengda Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty, menyesalkan dan mengecam keras aksi kekerasan terhadap pekerja pers yang dilakukan oleh sekelompok warga di kota Manokwari. Tindakan tersebut dinilai sangat keji dan di luar batas kemanusiaan, sebab Novri sedang melakukan pekerjaan jurnalistik.

“Ini tindakan yang sangat keji dan saya sangat mengecam peristiwa yang dilakukan oleh sejumlah oknum warga di Manokwari. Ini harus diproses hukum, apa pun alasannya tindakan kekerasan terhadap pekerja pers yang sedang melakukan kerja jurnalistik tidak dibenarkan,” kata Andrew panggilan akrab Chanry Andrew Suripatty, Selasa (5/6/2018).

Ketua IJTI Pengda Papua Barat Chanry Andrew Suripatty mengungkapkan, IJTI Papua Barat dalam kasus ini akan membuat laporan lengkap setelah mengumpulkan seluruh informasi. Kasus ini juga akan ke Satgas Anti Kekerasan Dewan Pers untuk mendapatkan advokasi dan penyelidikan atas tindakan yang dilakukan sejumlah oknum warga saat kebakaran di salah satu SPBU di Manokwari.

"Kami menilai ada dua peristiwa hukum yang terjadi. Pemukulan adalah delik umum yang legal standingnya berada pada korban langsung bukan pada perusahaan," sebut Andrew.

Kedua, terkait penghalangan kerja sebagaimana diancam Pasal 18 ayat 1 UU Pers, hal ini mengacu pada Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 yang legal standingnya ada pada perusahaan pers. IJTI mengimbau semua pihak agar menghormati profesi jurnalis yang dilindungi undang-undang.

Diberitakan sebelumnya, seorang wartawan Radar Papua, Novri Terok, babak belur dihajar massa saat meliput kebakaran salah satu kendaraan roda dua di kompleks SPBU Sanggeng. Pemukulan terjadi saat Novri sedang mengambil gambar motor yang terbakar di SPBU Sanggeng.
(wib)
Berita Terkait
Wartawan di Pasuruan...
Wartawan di Pasuruan Dikirimi Paket Misterius Diduga Berisi Racun, 3 Hari Kritis Mengalami Kebutaan
Polisi Tetapkan 3 Tersangka...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penculikan dan Pengeroyokan Wartawan di Karawang
Soroti Kekerasan Terhadap...
Soroti Kekerasan Terhadap Wartawan, Partai Garuda: Mereka Dilindungi UU
Indeks Keselamatan Jurnalis...
Indeks Keselamatan Jurnalis 2023: 45 Persen Wartawan Pernah Alami Tindak Kekerasan
2 Tersangka Kasus Penganiayaan...
2 Tersangka Kasus Penganiayaan Wartawan Diminta Menyerahkan Diri
Penganiayaan Wartawan...
Penganiayaan Wartawan di Madina, IWO Sumut: Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
3 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
10 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
12 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
12 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
12 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved