Penjelasan PT EIB soal Potongan Surat Yasin Jadi Nota Jasa Pengiriman

Senin, 04 Juni 2018 - 21:47 WIB
Penjelasan PT EIB soal...
Penjelasan PT EIB soal Potongan Surat Yasin Jadi Nota Jasa Pengiriman
A A A
BLITAR - Potongan Surat Yasin digunakan sebagai nota alamat pengiriman oleh PT Elteha Internasional Blitar (EIB) menuai polemik. Kasus ini mencuat pertama kali di media sosial, dimana seseorang yang diduga sebagai penerima paket di Sumenep Madura, mengunggahnya ke dalam bentuk rekaman video.

Menanggapi hal tersebut Penanggung Jawab PT Elteha Internasional Blitar Umariyanto mengatakan insiden yang terjadi di luar faktor kesengajaan.

Saat proses alamat kirim, kata dia, karyawan administrasi tidak tahu jika terselip selembar kertas bertuliskan ayat suci.

"Ini semua tidak sengaja. Dan kertas yang ditempel di paket itu bukan nota atau resi. Hanya untuk memperjelas alamat kirim," tuturnya.

Lalu darimana lembaran surat Yasin itu berasal?. Umariyanto mengatakan kertas itu milik Agus, salah satu karyawan Elteha. Untuk memudahkan dirinya menghafal Surat Yasin, Agus mencetak dalam lembaran kertas.

Diluar kesengajaan, tercetak dua lembar Surat Yasin. Karena hanya butuh satu lembar, Agus membiarkan kelebihan cetakan itu tetap bersama tumpukan kertas lain.

Atas nama pribadi dan perusahaan, Umariyanto menyatakan permohonan maaf kepada semua pihak, khususnya umat Islam. Dia juga menegaskan bahwa apa yang terjadi diluar faktor kesengajaan. Melainkan murni human error.

"Kami mohon maaf yang sebesar besarnya. Peristiwa ini akan menjadi pelajaran ke depan untuk lebih hati hati dalam bekerja," pungkasnya.

Menanggapi hal ini Ketua Ansor NU Kota Blitar Hartono mengatakan aparat penegak hukum hendaknya tetap melaksanakan tugasnya. Secara yuridis harus betul betul dipastikan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Kepada pihak jasa pengiriman (PT Elteha) Hartono juga meminta untuk berdisiplin dengan standar operasional (SOP) yang dimiliki. Sebab jangan sampai ke depan terulang kasus serupa.

"Tentunya soal ini (disiplin SOP) berlaku juga bagi jasa pengiriman yang lain. Karena masalah seperti ini sensitif," ujarnya.
(sms)
Berita Terkait
Pembakar Alquran Asal...
Pembakar Alquran Asal Denmark Ancam Bakar Ratusan Alquran Lagi
Permintaan Meningkat,...
Permintaan Meningkat, Pembuatan AL-Quran Braille Dicetak dengan Mesin Buatan Tahun 1952
Munaqosah Alquran SMP...
Munaqosah Alquran SMP Al-Falah Deltasari Sidoarjo
Berusia 150 Tahun Lebih,...
Berusia 150 Tahun Lebih, Al-Quran Kuno Ini Ditulis Tangan oleh Kyai Haji Amir
Ramadan Tahun Kedua...
Ramadan Tahun Kedua Covid-19, Pesanan Kitab Meningkat Dua Kali Lipat
Al-Quran Tulis dari...
Al-Quran Tulis dari Kulit Kayu Masih Terjaga Sampai Generasi ke Tujuh
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved