Polda Jatim Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan Puluhan Miliar Iwan Liman
Selasa, 29 Mei 2018 - 15:57 WIB
Polda Jatim Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan Puluhan Miliar Iwan Liman
A
A
A
SURABAYA - Masih ingat dengan Iwan Cendikia Liman (38), dia pelaku penipuan mobil Ferrari 458 Speciale seharga Rp12 miliar di tahun 2017. Sempat buron selama sebulan, warga Manyar Kertoarjo Surabaya akhirnya berhasil ditangkap Mabes Polri pada Mei 2017.
Namun, kasus Iwan tidak berhenti disitu. Di Surabaya, ada tiga korban yang dugaan penipuan yang dilakukan Iwan. Tiga orang yang menjadi korban Iwan sudah melapokan aksi penipuan Iwan sekitar setahun lalu. Mereka adalah H Nur dengan kerugian Rp600 juta, Mitarmin Santoso Rp13 miiar, dan Terry Rp1,5 miliar.
“Kami sudah melaporkan masalah yang kami ke Polda Jatim awal tahun lalu. Tapi sampai sekarang seperti jalan ditempat. Tindaklanjut dari perkara yang kami laporkan belum jelas sudah sampai mana,” kata Mitarmin.
Dia berharap kasusnya bersama korban lainnya segera ditangani dan ada titik terang sehingga bisa menjadi obat rasa kecewa.
Dia mengatakan, kasus yang dia alami berawal dari perkenalannya dengan Iwan yang diakuinya mempunyai jaringan kuat perbankan. Iwan sendiri, kata Mitarmin, mengaku mampu membantu mencairkan kredit dalam jumlah besar. Ini karena bekal jaringan di perbankan yang cukup kuat.
“Saat itu saya menjaminkan beberapa aset dengan total sekitar Rp20 Miliar. Setelah uang pinjaman cair, disepakati Iwan mendapat komisi 10% dari nilai pinjaman,” ujarnya.
Namun, lanjut dia, dari total Rp20 miliar kredit yang dicairkan pihak bank, dirinya hanya menerima Rp8 miliar. Sisanya dibawa oleh Iwan Liman. Sampai sekarang pihaknya tidak bisa melakukan beban cicilan ke bank. Dia sendiri, sejak melaporkan kasus ini, sudah dimintai keterangan oleh Polda Jatim sebanyak dua kali.
“Kami hanya minta agar polisi serius dalam mengusut kasus ini. Masak sudah setahun lebih kami laporkan tidak ada kejelasan,” harap Mitarmin.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membantah bahwa kasus yang dilaporkan para korban Iwan Liman ini jalan di tempat.
Sejauh ini, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan pendalaman. Salah satunya dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti, barang bukti dan meminta keterangan saksi.
“Kasusnya (laporan dugaan penipuan dengan terlapor Iwan Liman) masih terus berjalan. Sejumlah saksi sudah kami periksa,” ujarnya.
Namun, kasus Iwan tidak berhenti disitu. Di Surabaya, ada tiga korban yang dugaan penipuan yang dilakukan Iwan. Tiga orang yang menjadi korban Iwan sudah melapokan aksi penipuan Iwan sekitar setahun lalu. Mereka adalah H Nur dengan kerugian Rp600 juta, Mitarmin Santoso Rp13 miiar, dan Terry Rp1,5 miliar.
“Kami sudah melaporkan masalah yang kami ke Polda Jatim awal tahun lalu. Tapi sampai sekarang seperti jalan ditempat. Tindaklanjut dari perkara yang kami laporkan belum jelas sudah sampai mana,” kata Mitarmin.
Dia berharap kasusnya bersama korban lainnya segera ditangani dan ada titik terang sehingga bisa menjadi obat rasa kecewa.
Dia mengatakan, kasus yang dia alami berawal dari perkenalannya dengan Iwan yang diakuinya mempunyai jaringan kuat perbankan. Iwan sendiri, kata Mitarmin, mengaku mampu membantu mencairkan kredit dalam jumlah besar. Ini karena bekal jaringan di perbankan yang cukup kuat.
“Saat itu saya menjaminkan beberapa aset dengan total sekitar Rp20 Miliar. Setelah uang pinjaman cair, disepakati Iwan mendapat komisi 10% dari nilai pinjaman,” ujarnya.
Namun, lanjut dia, dari total Rp20 miliar kredit yang dicairkan pihak bank, dirinya hanya menerima Rp8 miliar. Sisanya dibawa oleh Iwan Liman. Sampai sekarang pihaknya tidak bisa melakukan beban cicilan ke bank. Dia sendiri, sejak melaporkan kasus ini, sudah dimintai keterangan oleh Polda Jatim sebanyak dua kali.
“Kami hanya minta agar polisi serius dalam mengusut kasus ini. Masak sudah setahun lebih kami laporkan tidak ada kejelasan,” harap Mitarmin.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membantah bahwa kasus yang dilaporkan para korban Iwan Liman ini jalan di tempat.
Sejauh ini, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan pendalaman. Salah satunya dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti, barang bukti dan meminta keterangan saksi.
“Kasusnya (laporan dugaan penipuan dengan terlapor Iwan Liman) masih terus berjalan. Sejumlah saksi sudah kami periksa,” ujarnya.
(sms)