Debat Kedua Pilgub Bali, Jawaban Paslon Dinilai Normatif

Minggu, 27 Mei 2018 - 00:18 WIB
Debat Kedua Pilgub Bali,...
Debat Kedua Pilgub Bali, Jawaban Paslon Dinilai Normatif
A A A
DENPASAR - Salah satu tim perumus Debat Terbuka Putaran Kedua 2018 Pilkada 2018 Dewa Nyoman Wirawan menilai jawaban pasangan calon (paslon) dalam debat kali ini masih normatif dan tidak detail.

"Saya lihat tadi masih 50-50. 50 persen normatif dan 50 persen ada yang detail. Saya maklum karena waktu pendek," ujarnya di Denpasar, Sabtu (26/5/2018).

Dia menjelaskan, dalam hal ini yang penting adalah komitmennya, misalnya dalam kesehatan yang paling penting adalah pencegahan. Sebab, kalau sudah sakit itu biayanya besar. "Makanya mencegah itu paling bagus cuma belum mendetail bagaimana cara mencegahnya. Tapi komitmennya sudah ada," jelasnya.

Sementara, di bidang transportasi jawaban kedua pasangan calon itu masih normatif. "Masih normatif memang belum bisa disampaikan saat debat. Tapi komitmen mereka ada semisal crowded di Bali selatan, mereka ada untuk memeratakan. Tinggal nanti bagaimana caranya setelah itu dalam waktu lima tahun ke depan siapa pun terpilih dua-duanya komitmen konsentrasi penduduk di Bali selatan itu dengan menyebarkan keluar. Kita tuntut bagaimana masyarakat Bali lima tahun ke depan daerah-daerah lain dibangun kue-kue ekonomi sehingga kemacetan penduduk tidak numplek di selatan," paparnya.

Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada kedua kedua pasangan Cagub-Cawagub Bali yakni Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (nomor urut 1) dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya dan I Ketut Sudikerta (nomor urut 2) tersebut ada yang berasal dari masyarakat.

"Dari masyarakat menyampaikan kepada KPU. KPU kemudian menyampaikan kepada kami. Ya jawaban mereka masih umum atau normatif, belum mendatail," pungkasnya.

Seperti diketahui, KPU Bali menggelar Debat Terbuka Kedua Pilgub Bali 2018 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar.

Ketua KPUD Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, tema debat adalah meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. "Dengan sub tema yang pertama adalah pendidikan dan ketenagakerjaan, yang kedua kesehatan dan kependudukan, yang ketiga adalah transportasi," jelasnya.
(zik)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Survei Menunjukkan,...
Survei Menunjukkan, Pilkada Serentak di Bali Belum Sepenuhnya Patuh Prokes
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Ada Ogoh-ogoh Setinggi...
Ada Ogoh-ogoh Setinggi 3,5 Meter di TPS Badung
Berita Terkini
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
2 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
3 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
3 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
4 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
4 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
4 jam yang lalu
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved