Psikolog Duga Kasus Pembunuhan Bocah dalam Karung karena Dendam

Kamis, 24 Mei 2018 - 22:11 WIB
Psikolog Duga Kasus...
Psikolog Duga Kasus Pembunuhan Bocah dalam Karung karena Dendam
A A A
JAKARTA - Guna mengetahui motif pembunuhan GG, bocah balita yang ditemukan dalam karung di Bogor harus dilakukan pemeriksaan secara mendalam oleh aparat kepolisian. Karena, pelakunya masih berusia di bawah umur beda dengan kasus yang dilakukan orang dewasa.

"Sedikit sekali kasus yang dilatarbelakangi oleh motif ekonomi dilakukan oleh anak-anak. Yang banyak terjadi adalah dendam atau sakit hati atas perlakuan korban terhadap pelaku," kata Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta kepada SINDO, Kamis (24/5/2018).

Memang untuk saat ini belum bisa dikatakan menyerang harga diri tapi arahnya adalah adanya perasaan marah terhadap korban atas apa yang dilakukan korban. Biasanya pada anak motifnya sederhana seperti adanya perasaan marah karena persaingan, ingin dipandang 'dewasa', ingin melampiaskan hasrat seksual pada lawan jenis.

"Namun karena cara yang dilakukan salah maka sangat mungkin mendapat reaksi yang tidak menyenangkan dari korban dan semakin membuatnya emosi. Saat emosi itulah terdorong melakukan agresifitas hingga membunuh," tutur Aully.

Menurut dia, pelaku tidak menyadari konsekuensi atas apa yang dilakukannya bisa menimbulkan kematian. Dan saat korban meninggal maka pelaku mencari cara untuk menghilangkan jejak korban.

"Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memasukkan ke karung ini," jelasnya. (Baca: Pembunuh Bocah dalam Karung di Bogor Masih Bawah Umur )

Banyak hal yang bisa menyebabkan. Misalnya, faktor ketidaktahuan akan konsekuensi tindakannya, faktor pendidikan dalam keluarga, faktor perhatian orang tua, paparan pada kekerasan yang semakin mudah diakses dan sebagainya.

Kalau pemerintah upaya yang bisa dilakukan hanya pada institusi resmi seperti sekolah untuk menanamkan pendidikan karakter yang baik pada anak-anak sejak dini.

"Tapi faktor orang tua dan keluarga yang sebenarnya memegang peranan jauh lebih penting dripada pemerintah sendiri," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
25 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
46 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
54 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
58 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved