Setiap Hari, Dapur Umum Pengungsian Glagaharjo Sedikan 30 Kg Beras
Kamis, 24 Mei 2018 - 19:52 WIB
Setiap Hari, Dapur Umum Pengungsian Glagaharjo Sedikan 30 Kg Beras
A
A
A
SLEMAN - Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman mendirikan dapur umum. Dimana para ibu dibantu relawan dan remaja putri serta karang taruna setempat sejak pagi mempersipakan makanan untuk mereka.
Di dapur umum pengungsian yang dikoordinasi PKK desa setempat, para ibu dan relawan berbagi tugas. Ada yang membeli sayur dan lauk ke pasar, ada yang memasak nasi dan ada yang memasak sayur serta ada juga yang mempersiapkan sayuran yang nantinya akan dimasak. "Untuk kebutuhan para pengungsi ini kami menyediakan 30 kg beras per hari," kata korodinator dapur umum pengungsian Yanti, Kamis (24/5/2018).
Yanti menjelaskan, 30 kg beras ini untuk kebutuhan 3 kali makan bagi para pengungsi. Untuk sayur dan lauknya sendiri juga cukup sederhana, seperti sawi kacang dan kol serta untuk lauk ada telur, tahu dan tempe.
Baik beras mau pun lauk pauknya semuanya berasal dari desa setempat dan bantuan dari para donatur. "Untuk pemerintah, karena belum ada rekomendasi mengungsi sesuai aturan memang belum ada. Meski begitu pihaknya tetap optimis dapat mencukupi semua kebutuhan logistik bagi para pengungsi," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Kasi Pemerintahan Desa Glagaharjo Heri Prasetyo. Menurutnya untuk logistik para pengungsi untuk sementara masih dicukupi desa. Desa sendiri untuk logistik ini akan berusaha untuk memenuhinya.
Di dapur umum pengungsian yang dikoordinasi PKK desa setempat, para ibu dan relawan berbagi tugas. Ada yang membeli sayur dan lauk ke pasar, ada yang memasak nasi dan ada yang memasak sayur serta ada juga yang mempersiapkan sayuran yang nantinya akan dimasak. "Untuk kebutuhan para pengungsi ini kami menyediakan 30 kg beras per hari," kata korodinator dapur umum pengungsian Yanti, Kamis (24/5/2018).
Yanti menjelaskan, 30 kg beras ini untuk kebutuhan 3 kali makan bagi para pengungsi. Untuk sayur dan lauknya sendiri juga cukup sederhana, seperti sawi kacang dan kol serta untuk lauk ada telur, tahu dan tempe.
Baik beras mau pun lauk pauknya semuanya berasal dari desa setempat dan bantuan dari para donatur. "Untuk pemerintah, karena belum ada rekomendasi mengungsi sesuai aturan memang belum ada. Meski begitu pihaknya tetap optimis dapat mencukupi semua kebutuhan logistik bagi para pengungsi," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Kasi Pemerintahan Desa Glagaharjo Heri Prasetyo. Menurutnya untuk logistik para pengungsi untuk sementara masih dicukupi desa. Desa sendiri untuk logistik ini akan berusaha untuk memenuhinya.
(nag)